Top
Begin typing your search above and press return to search.

26 Maret 1873: Perang Aceh dimulai

Elshinta.com, Perang Aceh terjadi pada 26 Maret 1873 dan berakhir pada 8 Februari 1904. Artinya, perang ini berlangsung selama 31 tahun. Melibatkan Aceh, satu bangsa yang melawan dengan gigih berdasarkan semangat perjuangan di jalan Allah, melahirkan pahlawan-pahlawan dengan nama yang masyhur di tanah air.

26 Maret 1873: Perang Aceh dimulai
X
Pembantaian penduduk di Gayo Alas dalam Perang Aceh. (https://bit.ly/3ZnmCMp/elshinta.com)

Elshinta.com - Perang Aceh terjadi pada 26 Maret 1873 dan berakhir pada 8 Februari 1904. Artinya, perang ini berlangsung selama 31 tahun. Melibatkan Aceh, satu bangsa yang melawan dengan gigih berdasarkan semangat perjuangan di jalan Allah, melahirkan pahlawan-pahlawan dengan nama yang masyhur di tanah air.

Melansir kompas.com, Perang Aceh terjadi karena keinginan Belanda menguasai wilayah Kesultanan Aceh yang menjadi sangat penting setelah Terusan Suez dibuka.

Sebelum Perang Aceh terjadi, Belanda berhasil menguasai wilayah Kesultanan Deli, mulai dari Langkat, Asahan, hingga Serdang melalui Perjanjian Siak tahun 1858. Padahal, wilayah-wilayah tersebut sebenarnya masuk ke dalam kekuasaan Kesultanan Aceh.

Sebelumnya, merujuk pada Perjanjian London 1824, Belanda harusnya mengakui kedaulatan Kesultanan Aceh atas wilayah-wilayahnya. Namun, dengan adanya Perjanjian Siak dan masuknya Belanda ke beberapa wilayah Aceh, membuat Kesultanan Aceh geram dan menuding Belanda melanggar Perjanjian London 1824.

Sejak saat itu ketegangan pun meningkat. Kesultanan Aceh menenggelamkan setiap kapal milik Belanda yang melintas di perairannya. Berikutnya pada tahun 1871, Belanda dan Inggris terlibat perjanjian yang isinya antara lain Inggris menyerahkan urusan di Aceh kepada Belanda.

Akibat perjanjian itu, Kesultanan Aceh lantas mengadakan konta diplomatik dengan beberapa pihak seperti Konsul Amerika Serikat, Italia, hingga Turki Utsmani yang ada di Singapura. Langkah diplomatik Kesultanan Aceh itu dijadikan alasan Belanda untuk melakukan penyerangan terhadap Aceh.

Untuk memenangkan Perang Aceh, Belanda menggunakan siasat berupa penyamaran Snouck Hurgronje ke pedalaman Aceh. Tujuan penyamaran ini adalah untuk mengetahui titik lemah perjuangan rakyat Aceh.

Selama dua tahun menyamar, Snouck Hurgronje akhirnya bisa memberikan sejumlah usul kepada Kerajaan Belanda untuk dapat mengalahkan Aceh. Usulan itu salah satunya dengan merebut hati rakyat Aceh. Menurut Hurgronje, Belanda harus menunjukkan niat baik kepada rakyat Aceh dengan pembangunan sarana prasarana seperti masjid, surau, jalan, dan sebagainya.

Siasat Snouck Hurgronje itu diterima dan dijalankan oleh Belanda. Alhasil lambat laun Belanda dapat melemahkan kekuatan perlawanan Aceh. Perang Aceh diakhiri dengan surat perjanjian tanda menyerah atau Traktat Pendek.

Pada tahun 1903, Sultan Alauddin Muhammad Daud Syah dan Panglima Polem menyerah setelah mengalami tekanan luar biasa. Dalam perjanjian penyerahan diri itu, seluruh wilayah Aceh dikuasai Hindia Belanda dan Kesultanan Aceh dibubarkan. Meski demikian, pada kenyataannya Belanda tidak sepenuhnya menguasai Aceh. Selain itu, perlawanan demi perlawanan terus dilakukan oleh rakyat Aceh.

Sumber : Lansir

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire