Top
Begin typing your search above and press return to search.

Disperindag Tanjungpinang tingkatkan pengawasan gas jelang Idul Fitri

Elshinta.com, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, meningkatkan pengawasan pendistribusian dan penjualan gas bersubsidi 3 kg untuk mengantisipasi kelangkaan menjelang Idul Fitri 1444 Hijriah.\r\n

Disperindag Tanjungpinang tingkatkan pengawasan gas jelang Idul Fitri
X
Kepala Disperindag Tanjungpinang Riany. ANTARA/HO-Disperindag Tanjungpinang

Elshinta.com - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, meningkatkan pengawasan pendistribusian dan penjualan gas bersubsidi 3 kg untuk mengantisipasi kelangkaan menjelang Idul Fitri 1444 Hijriah.

Kepala Disperindag Tanjungpinang Riany di Tanjungpinang, Minggu, mengatakan, pengawasan dilakukan di perusahaan yang menjadi agen gas bersubsidi dan juga pangkalan gas.

Di Tanjungpinang terdapat lima agen gas bersubsidi, yang mendistribusikan tabung berisi gas tersebut ke 300 pangkalan. Sejauh ini, kata dia pendistribusian gas tersebut ke pangkalan berjalan lancar sehingga tidak terjadi kelangkaan.

"Kebutuhan gas bersubsidi selama Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri tentu meningkat, karena itu kami ingatkan para agen untuk mendistribusikan gas tersebut tepat waktu sehingga tidak terjadi kelangkaan," katanya.

Menurut dia, persediaan gas 3 kg, semestinya mencukupi kebutuhan masyarakat kurang mampu dana pelaku usaha mikro kecil dan menengah. Jumlah kebutuhan gas bersubsidi dalam setahun mencapai 2 juta tabung, sementara kuota tabung gas yang diberikan untuk Tanjungpinang mencapai sekitar 2,5 juta.

Bulan ini, kata dia tabung gas bersubsidi yang disediakan untuk melayani kebutuhan masyarakat mencapai 240 ribu tabung.

Selama ini, perdagangan gas bersubsidi masih normal.

Ia mengingatkan agar penjualan gas bersubsidi tepat sasaran, jangan sampai orang dari keluarga yang mampu membeli gas 3 kg.

"Kami belum menemukan adanya praktik culas dalam pendistribusian maupun perdagangan tabung gas," ujarnya.

Riany mengungkapkan harga eceran tertinggi gas bersubsidi 3 kg mencapai Rp18.000 per tabung. Namun harga eceran tertinggi gas bersubsidi yang dijual di Pulau Penyengat berbeda karena dibebani biaya transportasi laut.

"Berdasarkan peraturan wali kota, harga gas 3 kg di Pulau Penyengat Rp20.000," katanya.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire