HIPKA gelar Safari Ramadan dorong pengusaha gunakan keuangan syariah
Elshinta.com, Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha KAHMI (BPP HIPKA) menyelenggarakan Safari Ramadan 1444 H. Kegiatan yang dilakukan di Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, Tanah Abang, Jakarta Pusat tersebut diisi beberapa agenda penting dan strategis.

Elshinta.com - Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha KAHMI (BPP HIPKA) menyelenggarakan Safari Ramadan 1444 H. Kegiatan yang dilakukan di Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, Tanah Abang, Jakarta Pusat tersebut diisi beberapa agenda penting dan strategis.
Di antaranya, sosialisasi peluang dan tantangan industri kelapa sawit nasional, rapat pleno kedua bertajuk 'Efektifkan Organisasi Produktivitas Bisnis'. Dalam kesempatan tersebut, hadir sejumlah tokoh dan pengusaha nasional seperti Soetrisno Bachir, Yugi Prayanto, Wisnu Pettalolo, Muhammad Toha, Ridwan Mustofa
HIPKA juga menghadirkan Bank Indoensia untuk memaparkan sistem keuangan syariah di Indonesia, karena sistem keuangan syariah dipercaya sebagai salah satu instrumen yang berperan penting dalam mendukung program pemulihan ekonomi dan mengurangi kemiskinan melalui pemberdayaan usaha/ekonomi masyarakat.
Hal ini disebabkan keuangan syariah yang memberi cara, kerangka, yang mengatur aset dan transaksi berdasarkan prinsip keadilan dan ketulusan. Semua itu terlihat dari mekanisme pembiayaan risiko yang adil dalam pembiayaan syariah.
Ini merupakan sejalan dengan Himpunan Pengusaha KAHMI atau yang disingkat HIPKA yang memiliki tujuan antara lain untuk menjadi inkubator Konglomerat muslim indonesia.
Ketua Umum BPP HIPKA Kamrussamad dalam sambutannya mengatakan, tajuk penyelenggaraan Safari Ramadan 1444 H tahun ini Bangkitkan Akses Keuangan Syariah. ”Safari Ramadhan HIPKA digelar 6 kota yaitu Jakarta, Makassar, Palembang, Bandung, Semarang dan Surabaya," ujar Kamrussamad yang juga anggota DPR RI dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi elshinta.com, Rabu (30/3).
Dalam kesempatan tersebut, nampak pengusaha HIPKA yang hadir antara lain Muhammad Rafil Perdana, Yana Aditya, George Edwin, Sharmilla, Sasha Tutoka, Eko Pambudi, dan dihadiri 11 provinsi HIPKA yang memiliki potensi perkebunan industri sawit.