Top
Begin typing your search above and press return to search.

Ini kronologis dukun pengganda uang Banjarnegara yang bunuh 10 kliennya

Elshinta.com, Jajaran polisi Polres Banjarnegara, Jawa Tengah membongkar kedok Slamet Tohari (45) alias Mbah Slamet, warga Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara  yang mengaku sebagai dukun pengganda uang.

Ini kronologis dukun pengganda uang Banjarnegara yang bunuh 10 kliennya
X
Sumber foto: Humas Polda Jateng/elshinta.com.

Elshinta.com - Jajaran polisi Polres Banjarnegara, Jawa Tengah membongkar kedok Slamet Tohari (45) alias Mbah Slamet, warga Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara yang mengaku sebagai dukun pengganda uang. Mbah Slamet ternyata menipu orang yang ingin menggandakan uang. Setelah menguasai uang yang akan digandakan, Slamet membunuh para kliennya. Tercatat ada 10 orang yang dibunuh.

Dalam konferensi pers pada Senin (3/4), Kapolres Banjarnegara Ajun Komisaris Besar Polisi Hendri Yulianto menjelaskan, "Tersangka Slamet mengaku mampu menggandakan uang Rp70 juta menjadi Rp5 milyar."

Namun semua itu adalah tipu daya Slamet. Ketika kliennya yang telah menyetor uang sebagai modal yang akan digandakan menagih janji hasil penggandaannya, Slamet membunuh kliennya tersebut dan mengubur di ladang yang jauh dari rumahnya.

Polisi yang membongkar kuburan massal itu menemukan 10 jenazah. Lima jenazah sudah berwujud tulang-belulang, lima lainnya masih menyisakan daging meski sedikit. Dari pengakuan Slamet, ia telah melakukan pembunuhan itu sejak lima tahun silam.

Kepala Bidang Humas Polda Jateng Kombes Iqbal Alqudusy seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Joko Hendrianto menjelaskan, "Sepuluh jenazah yang ditemukan malam ini sedang diidentifikasi oleh tim DVI Polda Jateng. Bagi keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya, dipersilakan melapor ke Polres Banjarnegara atau kantor kepolisian terdekat. Kami akan membantu untuk proses identifikasi."

Awal Terbongkarnya Dukun Sadis

Kasus pembunuhan itu terbongkar dari laporan GE, anak salah kliennya, yakni PO (53 tahun), warga Sukabumi, Jawa Barat. PO ditemukan tewas pada Sabtu (1/4) terkubur di ladang di pinggiran hutan di Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara.

Polisi menemukan jenazah PO berawal dari laporan kehilangan salah satu keluarganya dari GE, anak PO ke Polres Banjarnegara.

Kisah PO tergiur menggandakan uang itu terjadi pada Juli 2022. Kala itu PO ditemani GE, anaknya, menemui Slamet di Desa Balun dengan naik bus. Terjadi pembicaraan di dalam rumah antara PO dan Slamet. GE menunggu di luar tidak ikut pembicaraan. Setelah pertemuan itu, PO dan GE pulang ke Sukabumi.

Pada 20 Maret 2023, PO menemui Slamet tanpa ditemani GE. Pada 23 Maret 2023, PO sempat mengirim pesan kepada anaknya bila ia berada di rumah Slamet lewat pesan WA. Ia juga berpesan kepada GE jika ia tidak bisa dihubungi lagi, ia meminta anaknya mencari dirinya bersama polisi.

Ternyata pesan itu terwujud. PO sudah tidak bisa dihubungi lagi.

Maka berbekal pesan ayahnya, GE pada 27 Maret 2023 melapor ke Polres Banjarnegara. Polisi pun menangkap Slamet Tohari. Dari keterangan Slamet, ternyata dukun itu telah meracun PO dengan apotas hingga tewas setelah PO menagih hasil penggandaan uangnya yang tidak kunjung terwujud.

Polisi pun mengembangkan temuan awal tersebut. Akhirnya aksi Mbah Slamet makin terkuak. Ia ternyata juga dibantu oleh BS yang bertindak sebagai tangan kanan dan mengiklankan Slamet di facebook sebagai orang pintar yang mampu menggandakan yang.

Dari penyelidikan awal, orang-orang yang datang ke Slamet berasal dari berbagai daerah, termasuk dari Palembang. Polisi masih terus mendalami kasus dukun ini.

Berapa jumlah uang yang berhasil dikantongi Slamet dari para korbannya, masih terus diselidiki. Yang jelas dari pengakuannya, dari PO ia sudah mengantongi Rp 70 juta.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire