Top
Begin typing your search above and press return to search.

Lima pasang suami istri jadi korban dukun pengganda uang Slamet Tohari

Elshinta.com, Jumlah korban dukun pengganda uang Slamet Tohari asal Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah ada 12 orang.

Lima pasang suami istri jadi korban dukun pengganda uang Slamet Tohari
X
Sumber foto: Humas Polda Jateng/elshinta.com.

Elshinta.com - Jumlah korban dukun pengganda uang Slamet Tohari asal Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah ada 12 orang. Dari jumlah itu ada 10 korban diduga adalah pasangan suami istri atau kekasih. Para korban itu dikubur dalam enam liang. Umur mereka antara 25 - 50 tahun.

"Dari seluruh korban yang diketahui namanya baru Paryanto asal Sukabumi yang menjadi pintu masuk polisi membongkar kasus itu berkat laporan anak Paryanto yang kehilangan ayahnya pada 27 Maret lalu. Kemudian ada Mulyadi asal Palembang yang dikubur dengan seorang perempuan yang diduga kekasihnya," kata Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi di Semarang, Rabu (5/4) dalam konferensi pers di Semarang.

Sementara itu hasil identifikasi sementara tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jateng di Banjarnegara menyebutkan para korban itu berasal dari Sukabumi (lelaki), Gunungkidul - Yogyakarta (laki-laki), kemudian pasangan lelaki dan perempuan berasal dari Tasikmalaya, Jakarta, Palembang, Yogyakarta, dan sepasang jenazah lain belum diketahui asalnya.

"Di masing-masing liang kuburan ada botol air mineral. Dari pengakuan tersangka Slamet Tohari, para korban diberi minuman yang dicampur dengan potassium sehingga menyebabkan mereka meninggal dunia. Kami masih menunggu hasil kerja tim DVI untuk mengetahui racun jenis apa yang digunakan Tohari," kata Ahmad Luthfi seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Joko Hendrianto.

Dari pengakuan tersangka Slamet Tohari, motifnya adalah menipu orang lain dengan mengaku sebagai dukun pengganda uang. Para korban telah menyetor uang berkisar antara Rp 40 juta hingga Rp 70 juta yang dijanjikan akan digandakan menjadi Rp 5 milyar hingga Rp 6 milyar.

Namun ketika para kliennya menagih hasil penggandaan uangnya, Tohari langsung membunuh mereka dengan meminumkan racun dan kemudian dikubur di lahan miliknya di tepian hutan Desa Balun, Kecamatan Wanasaya. Aksi tipudaya yang berujung pembunuhan itu sudah dilakukan Tohari sejak dua tahun silam.

Ahmad Luthfi menjelaskan penyidik berusaha mencari jatidiri para korban itu ke asal mereka. Ia juga meminta masyarakat yang merasa kehilangan keluarganya bisa melapor ke kantor polisi terdekat dan informasi itu segera diteruskan ke posko pengaduan kehilangan keluarga di Banjarnegara.

Penyidik juga sedang mencari data antem mortem, yaitu data yang dibutuhkan dalam proses identifikasi korban. Data itu didapat dari pihak keluarga. Ante mortem meliputi penampilan atau visual korban sebelum meninggal dunia. Ante mortem bisa meliputi pakaian yang dikenakan, perhiasan, aksesoris, tanda lahir, tatto, bekas luka, serta sampel DNA dari anggota keluarga kandung.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire