Pemetikan daun teh dengan mesin berpengaruh pada pertumbuhan daun baru
Elshinta.com, Pemetikan daun teh dengan mesin yang saat ini beroperasi di PTPN XII Kertowono Afdeling Puring Kecamatan Gucialit Kabupaten Lumajang Jawa Timur sekitar tahun 2014, dengan alasan menggunakan mesin dalam upaya mengoptimalkan produksi.

Elshinta.com - Pemetikan daun teh dengan mesin yang saat ini beroperasi di PTPN XII Kertowono Afdeling Puring, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur sekitar tahun 2014, dengan alasan menggunakan mesin dalam upaya mengoptimalkan produksi.
Target yang dijadikan patokan dapat terpenuhi, dalam satu unit mesin dalam sehari kerja dengan tenaga lima orang dalam waktu 6 sampai 7 jam dengan mencapai 500 Kg sampai 600 Kg dengan luasan tanaman 0,7 hektar.
Hal tersebut disampaikan Asisten Afdeling PTPN XII Perkebunan Teh Kertowono Gucialit Lumajang Rohmat Dwi Santoso seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Efendi Murdiono, Rabu (5/4).
Kekurangan mengunakan mesin pertumbuhan daun baru sampai tiga helai memerlukan waktu sekitar 30 hari sampai 40 hari. Bila menggunakan petik manual perlu waktu sekitar 12 hari.
"Memakai mesin lebih lambat pertumbuhan dari petik manual karena, untuk menumbuhkan petik manjing membuahkan sekitar 30 hari sampai 40 hari dengan pakaian mesin. Petik manual 12 hari sudah bisa di petik lagi", kata Rohmat Dwi Santoso.
Para pekerja yang biasanya bekerja memetik teh usianya sudah tua sehingga jumlahnya terus berkurang dengan masyarakat sekitar perkebunan teh yang usia muda masih tetap mencari nafkah di perkebunan.