Kekasih Dito Mahendra, Nindy Ayunda minta perlindungan LPSK
Elshinta.com, Penyanyi yang juga bintang iklan, Nindy Ayunda mendatangi Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) di Jalan Raya Bogor, Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (6/4/2023). Nindy datang bersama dua kuasa hukumnya, yakni Daud Beureuh dan Sri Sukaryati.

Elshinta.com - Penyanyi yang juga bintang iklan, Nindy Ayunda mendatangi Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) di Jalan Raya Bogor, Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (6/4/2023). Nindy datang bersama dua kuasa hukumnya, yakni Daud Beureuh dan Sri Sukaryati.
Salah satu kuasa hukum Nindy Aulia, Daud Beureuh mengatakan bahwa kedatangannya untuk memohon perlindungan kepada LPSK atas ancaman berupa teror dan intimidasi yang dialami kliennya.
“Kepentingan kami ke sini hanya memohon perlindungan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) atas klien kami,” ujar Daud seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Heru Lianto, Jumat (7/4).
Karenanya, Daud berharap LPSK dapat mengabulkan permohonan perlindungan kepada kliennya. Karena selama ini peristiwa terebut telah menimbulkan trauma pada anak dan keluarganya.
“Kalau untuk kasus akan kami jelaskan lebih lanjut. Karena kami sendiri tidak tahu kasus apa. Sehingga klien kami mendapat ancaman dan intimidasi,” jelasnya.
Sementara Nindy kepada awak media menjelaskan, bahwa ancaman berupa terror dan intimidasi itu didapatkan saat dirinya pergi ke Palembang, untuk menemui seseorang.
“Kemudian sesampainya saya di sana, saya langsung ke rumahnya. Ternyata saya dihadang sepuluh orang preman. Mereka langsung menghadang saya,” ujarnya.
Tidak hanya berhenti di situ, teror pun terus berlanjut selepas dia balik dari Palembang. Saat ia bertemu dengan sang adik di rumahnya yang berada di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Minggu (2/4/2023).
“Karena ada hal yang saya ingin bicarakan. Saya janjian ke sana buka puasa bareng dengan adik saya. Tapi setelah itu, saya menyuruh staf saya untuk mengambil satu barang, dan dia di depan pagar luar ada tiga orang yang mencurigakan,” terangnya.
Adapun ciri-cirinya, kata dia, pria tersebut berbadan tegap dan berambut panjang alias gondrong. “Seperti orang intel gimana sih. Tapi karena saya tidak pernah melihat, jadi saya kurang tahu seperti apa,” jelasnya.
Kekasih Dito Mahendra itu menduga pelaku aksi teror datang dari oknum anggota TNI AD berinisial HS dan memiliki pangkat Letkol dengan mengerahkan 20 orang.
Ia juga merasa heran, mengapa dirinya yang dijadikan aksi teror oleh oknum TNI tersebut. Padahal, dia sendiri tidak melakukan tindak pidana.
“Seandainya saya melakukan tindak pidana pun, wewenang penanganannya terletak di institusi kepolisian. Bukan urusan TNI. Saya warga sipil," pungkasnya.