Kamis, 18 Januari 2018

Harga Beras Naik Tidak Wajar, Jokowi Ogah Impor Beras

Rabu, 25 Februari 2015 21:50

Beras impor. Beras impor.
Ayo berbagi!

Harga beras yang melambung saat ini memang tidak wajar. Anehnya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan jika stok beras yang dikelola pemerintah dalam jumlah yang mencukupi. Meskipun demikian, Presiden Joko Widodo tidak mau pemerintah mengimpor beras.

"Jangan impor, itu harus kita junjung sendiri. Kalau kita impor, tergantung kurs," kata Jokowi pada Rabu (25/2) usai blusukan di Gudang Bulog, Kelapa Gading, Jakarta.

Bulan depan panen padi akan terjadi hampir di seluruh lumbung beras di Indonesia. Kondisi ini akan membuat pasokan bertambah dan bisa menekan harga di pasaran.

Jokowi menuturkan, sambil menunggu panen, pemerintah juga melakukan operasi pasar beras, dan menggelontorkan 300 ribu ton raskin (beras miskin). Untuk operasi beras, digelontorkan 20 ribu ton beras dengan harga murah oleh Bulog. Hal itu bertujuan untuk menjaga agar tidak terjadi pasokan berlebih (over supply).

"Kita ingin menjaga agar nantinya tidak ada over supply pada saat panen. Oleh sebab itu kita akan keluarkan stok kita pada posisi sangat baik 1,4 juta ton, berapa pun kebutuhan pasar kita berikan. Juga tadi di Pasar Induk Cipinang kita akan lakukan OP (operasi pasar), kurang lebih hari ini dan besok 2.000 ton sehingga kita harapkan harga beras normal kembali,”jelasnya.

Jokowi mengungkapkan bahwa tahun ini, dirinya akan fokus untuk memperbaiki sektor pertanian demi meningkatkan produksi. "Dengan perbaikan irigasi, traktor ini akan meningkatkan produksi. Tahun ini akan naik dan kelebihan akan menjadi stok Bulog,"kata Jokowi.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar