Top
Begin typing your search above and press return to search.

Pria ini pilih gowes untuk mudik ke Tegal. Ini ceritanya

Elshinta.com, Momen mudik lebaran kerap menjadi tradisi tahunan dari umat muslim di Indonesia. Mereka pulang kampung lantaran lama tak bersua dengan saudara maupun kerabatnya.

Pria ini pilih gowes untuk mudik ke Tegal. Ini ceritanya
X
Sumber foto: Hari Nurdiansyah/elshinta.com.

Elshinta.com - Momen mudik lebaran kerap menjadi tradisi tahunan dari umat muslim di Indonesia. Mereka pulang kampung lantaran lama tak bersua dengan saudara maupun kerabatnya. Namun demikian, dalam mudik lebaran ternyata seringkali dihiasi dengan cerita maupun hal unik dari setiap pelaku perjalanan.

Seperti Umar Petters asal Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah yang memiliki mental kuat. Pasalnya dia berangkat mudik lebaran tidak seperti pemudik pada umumnya yang menggunakan kedaraan bermotor. Melainkan memilih untuk mengayuh sepeda lipat miliknya dari Jakarta menuju Kabupaten Tegal.

Semangatnya ini, diakui muncul lantaran kegemarannya mengayuh sepeda. Adapun perjalanan yang dia tempuh, yakni berjarak hampir 350 kilometer. Dia memprediksi dapat sampai ke Tegal dengan waktu tempuh selama 2 hari perjalanan.

Umar melakukan perjalanannya ini melalui jalur pantura, bahkan dirinya sesekali melakukan istirahat di tempat pemberhentian ataupun rest area. Seperti salah satunya yang dia lakukan saat berada di wilayah Karawang, Subang, Indramayu dan Brebes.

Pemuda yang berprofesi sebagai owner kedai bakso "Pak Kabul" di daerah Setiabudi, Jakarta Selatan ini mudik tujuan Kota Tegal yang menggunakan sepeda lipat miliknya.

Menurutnya, alasannya mudik menggunakan sepeda adalah untuk menghindari kemacetan dan sambil berolahraga. Mudik dengan sepeda dari Jakarta ke Kota Tegal, dikatakan Umar merupakan kali ke empatnya dilakukan yang sebelumnya gagal karena dilarang oleh orangtuanya.

Sama seperti pemudik lainnya, ia pun membawa perbekalan dan oleh-oleh untuk keluarganya di kampung halaman.

"Ini mudik keempat kalinya mudik menggunakan sepeda dan alhamdulillah sambil berpuasa," kata Umar saat beristirahat di tugu perbatasan Tegal-Brebes seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hari Nurdiansyah, Senin (24/4).

Umar Petters menuturkan, dirinya berangkat dari Jakarta sekira pukul 05.00 WIB selepas sahur. Untuk menjaga kondisi badannya tidak mudah lelah, ia pun mengayuh sepedanya dengan santai.

"Ngayuh sepedanya santai saja. Istirahat saat waktu salat dzuhur," ungkapnya.

Ia menambahkan, mudik dengan sepeda sudah terbiasa dan lebih hemat ongkos. Umar mengaku hanya hanya membawa bekal Rp200 ribu saja.

"Alhamdulillah, mudik dengan sepeda lancar-lancar saja tidak ada kendala. Sudah terbiasa naik sepeda," pungkasnya.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire