6 Mei 1998: Inggris desak Soeharto lakukan reformasi
Elshinta.com, Kerusuhan yang terjadi pada bulan Mei 1998 ini membuat dunia Internasional pun mendesak Soeharto yang pada saat itu menjabat sebagai Presiden RI, untuk melakukan reformasi politik. Salah satunya datang dari Menteri Keuangan Inggris, Gordon Brown.

Elshinta.com - Kerusuhan yang terjadi pada bulan Mei 1998 ini membuat dunia Internasional pun mendesak Soeharto yang pada saat itu menjabat sebagai Presiden RI, untuk melakukan reformasi politik. Salah satunya datang dari Menteri Keuangan Inggris, Gordon Brown.
Tapi Soeharto masih keras kepala. Di tengah keengganan Soeharto untuk mundur, sentimen rasial mewarnai berbagai kerusuhan.
Melansir tirto.id, Gordon mendesak Soeharto melakukan reformasi politik guna meyakinkan dukungan masyarakat internasional. Brown mengatakan, Soeharto memang sudah mengisyaratkan keinginan ke arah sana.
Tapi praktiknya, reformasi tak kunjung dilakukan.
Kerusuhan di Medan meluas ke sentimen rasial
Aksi pengrusakan dan pembakaran di Medan masih berlangsung dan meluas. Setelah tiga hari berlangsung, aksi lanjutan semakin mengarah ke sentimen rasial hingga mendorong pengungsian besar-besaran para warga keturunan Cina. Mereka meninggalkan rumah atau ruko ke luar kota dan menginap di Hotel Danau Toba yang sudah dijaga ketat petugas.