Hasil riset, hari jadi PDAM Yogyakarta berubah jadi 1 Januari 1926
Elshinta.com, Hari jadi Perumda Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtamarta, Daerah Istimewa Yogyakarta resmi ditetapkan menjadi tanggal 1 Januari berubah dari sebelumnya 1 Agustus.

Elshinta.com - Hari jadi Perumda Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtamarta, Daerah Istimewa Yogyakarta resmi ditetapkan menjadi tanggal 1 Januari berubah dari sebelumnya 1 Agustus. Penetapan hari jadi PDAM Yogyakarta tersebut telah melalui riset dari para ahli. Dari penetapan ini maka usia PDAM Yogyakarta menjadi lebih muda dari sebelumnya.
Sebelumnya hari jadi PDAM Tirtamarta Yogyakarta ditetapkan pada tanggal 1 Agustus 1918, kemudian setelah dilakukan riset lebih lanjut hari jadi diubah menjadi tanggal 1 Januari 1926. Penggantian hari jadi ini ditandai dengan diserahkannya Surat Keputusan (SK) Walikota Yogyakarta tentang penetapan hari jadi PDAM Tirtamarta dari Pj Walikota kepada Direktur Utama (Dirut) Perumda PDAM Tirtamarta.
Direktur Utama Perumda PDAM Tirtamarta, Majiya, mengatakan penggantian hari jadi tersebut telah dilakukan dengan cara penelusuran sejarah oleh tim yang terdiri dari Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Kominfosan) Kota Yogyakarta, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta, Keraton Yogyakarta, Pura Pakualaman, serta para akademisi dari UGM dan kalangan profesional.
"Hari jadi yang sebelumnya ditetapkan pada 1 Agustus 1918, diubah menjadi 1 Januari 1926. Melalui penelusuran ini usia PDAM yang sejatinya menginjak 105 tahun pada 2023, otomatis mengalami penyusutan menjadi 97 tahun," ujarnya pada uapacara penetapan hari jadi PDAM Tirtamarta di Kantor Perumda PDAM Tirtamarta, Sabtu (6/5/2023).
Pihaknya mengatakan bahwa awal berdirinya PDAM Tirtamarta adalah pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono VIII bertahta, yang memahami kebutuhan masyarakat dan peran strategis penyuplai air bersih. Sri Sultan Hamengku Buwono VIII juga seorang raja pembaharu zaman yang mempunyai perhatian sangat besar pada kepentingan rakyat. Atas izinnya, maka embrio jaringan perpipaan PDAM Tirtamarta dapat mulai dibangun serta berkembang.
Kemudian pada tahun 1917, dimulailah prakarsa pertemuan di antara Departemen Pemerintahan Dalam Negeri Hindia-Belanda di Batavia dengan Residen Yogyakarta, mengenai pembentukan sebuah perusahaan penyedia air bersih bernama Waterleiding Yogyakarta, yang merupakan cikal bakal PDAM Tirtamarta.
"Pada perkembangan selanjutnya, perusahaan tersebut diresmikan dengan direktur yang pertama bernama Sven Riis, pada tanggal 1 Januari 1926. Tanggal itulah yang menjadi dasar penentuan Hari Jadi PDAM Tirtamarta pada hari ini," katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Izan Raharjo, Senin (8/5).
Untuk pembangunan jaringan perpipaan sendiri, lanjutnya, telah dimulai jauh sebelumnya yakni pada tanggal 3 Januari 1921.
Dalam perjalanannya PDAM Tirtamarta sempat menyandang nama Hoogdrink Water Leiding Bedrief, Tepas Tirto Marto, Perusahaan Jawatan Air Minum Tirtamarta dan sejak tahun 1976 sampai sekarang menjadi Perumda PDAM Tirtamarta. Dalam perkembangnanya sekarang telah melayani selama 24 jam sudah dengan kapasitas air yang bisa dilayani PDAM Tirtamarta mencapai 550 liter per detik.
Sementara itu Penjabat Wali Kota Yogyakarta, Sumadi mengatakan sangat berharap agar PDAM Tirtamarta bisa meningkatkan kinerjanya untuk memberikan kecukupan air bagi warga masyarakat. Pemkot Yogakarta mendorong bagaimana meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan menkonsumni air dari sumbernya.
"kita juga kembangkan untuk perusahan industri terutama perhotelan untuk menggunakan air PDAM ini, karena kalau gunkan menggunakan air tanah bisa mengganggu. Dari data, sudah 23% dari PHRI yang menggunakan PDAM ini," kata Sumadi.