Satu jatidiri korban dukun Slamet Thohari kembali terungkap
Elshinta.com, Korban dukun pengganda uang Slamet Thohari (46) asal Banjarnegara yang teridentifikasi kini bertambah satu orang lagi. Dengan demikian dari 12 korban yang tewas, sembilan orang telah diketahui jatidirinya.

Elshinta.com - Korban dukun pengganda uang Slamet Thohari (46) asal Banjarnegara yang teridentifikasi kini bertambah satu orang lagi. Dengan demikian dari 12 korban yang tewas, sembilan orang telah diketahui jatidirinya. Data yang terbaru hasil identifikasi Tim Disaster Victim Identification Polda Jateng adalah Kuwat Santoso, asal Yogyakarta.
Kepala Bidang Humas Polda Jateng Kombes Iqbal Alqudusy, Kamis (25/5) di Semarang menjelaskan, "Setelah dilakukan pemeriksaan DNA lanjutan dengan barang bukti pembanding dari keluarga dengan profil DNA dari empat sampel tulang yang belum teridentifikasi, maka dapat dibuktikan secara genetik bahwa tulang iga Mr. X yang dikubur di lubang 6B terindentifikasi sebagai Kuwat Santosa. Ia adalah ayah bioliogis dari Nurul Wasiatil Fadilah asal Yogyakarta."
Kepastian hasil pemeriksaan itu akan segera disampaikan ke keluarga di Yogyakarta. Polres Banjarnegara akan memfasilitasi apabila keluarga menginginkan pengambilan jenazah.
Para korban adalah orang-orang yang tergiur menggandakan uang dengan cara magis. Ternyata itu adalah tipuan dari Slamet. Setelah mereka menyetor uang yang jumlahnya hingga puluhan juta, uang itu tidak kunjung bertambah banyak sesuai yang dijanjikan. Saat para "nasabah" itu menanyakan hasil penggandaannya, Slamet meracuni mereka dengan mencampurkan apotas (potasium sianida) ke air minum. Para "nasabah" itu pun meninggal karena keracunan.
Uang mahar yang telah mereka setorkan ke Slamet, digunakan untuk kebutuhan sehari-hari oleh dukun gadungan ini.
Kekejian Slamet Thohari terbongkar pada 2 Maret 2023 silam berkat laporan kehilangan dari keluarga Paryanto, 53 tahunn, asal Sukabumi, Jabar. Anak Paryanto melaporkan kehilangan ayahnya pada 27 Februari 2023. Berdasarkan pesan WhatSapp, Paryanto terakhir kali berada di rumah Slamet Thohari.
Polisi kemudian menangkap Slamet pada 2 Maret jenazah Paryanto ditemukan, dan pada 3 Maret kemudian ditemukan sembilan jenazah yang dikubur oleh Slamet di ladang di tepian hutan. Polisi terus mengorek keterangan dari Slamet, dan akhirnya di hari berikutnya ada dua jenazah ditemukan. Empat jenazah tinggal tulang-belulang sehingga menyulitkan Tim DVI untuk bisa mengidentifikasi korban.
Dengan hasil identifikasi terbaru, maka sudah ada sembilan jenazah yang diketahui jatidirinya. Mereka adalah:
1. Theresia Dewi asal Magelang
2. Okta Ali asal Magelang.
3. Suheri asal Pesawaran Lampung
4. Riani asal Pesawaran Lampung.
5. Paryanto (53) asal Sukabumi Jawa Barat.
6. Irsad (43) asal Kecamatan Negeri Katon, Pesawaran Provinsi Lampung.
7. Wahyu Triningsih (40), perempuan, istri Irsad.
8. Mulyadi Pratama (46) warga Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan.
9. Kuwat Santosa asal Yogyakarta.