Masyarakat Jayapura antusias 'serbu' produk lokal Papua di Sako Ethnic Art By
Elshinta.com,

Elshinta.com - Masyarakat di Jayapura kini semakin meminati brand-brand lokal karena dinilai kulitasnya tak kalah bagus dari brand luar.
Produk brand lokal yang diproduksi Sako Ethnic Art By Mace Riris mulai ditawarkan kepada masyarakat terutam adalah tas noken dan tas berbahan tumbuhan-tumbuhan. Kualitas tas lokal tak hanya dilihat dari bahannya saja, melainkan juga kekokohannya dan kualitasnya.
Gerai Sako Ethnic Art yang beralamat di Jalan Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, secara resmi dibuka, Sabtu, (27/5/2023) yang ditandai dengan dilakukannya pengguntingan pita pada Grand Opening oleh Owner Sako Ethnic Art By Mace Riris Alfred Papare, dengan disaksikan langsung oleh Pj Bupati Jayapura, Triwarno Purnomo, Kapolres Jayapura, Irwasda Polda Papua, Kombes Pol Alfred Papare, Ibu-Ibu Byangkari daerah Papua dan Cabang Kabupaten Jayapura serta sejumlah tamu undangan yang hadir.
Owner Sako Ethnic Art, Mace Riris Alfred Papare kepada wartawan menyampaikan, kehadiran gerai Sako Ethnic Art ini berawal dari koleksi sendiri yang kemudian dimodifikasi.
“Saya mulai ada ide dari tas kerajinan se- Nusantara yang saya modifikasi dengan bahan-bahan yang ada di Papua, dari itu ternyata hasilnya begitu menarik hingga menjadikannya sebuah hobi atau kegemaran,” ucap Mace Riris.
Ia berharap, iya bisa menghadirkan kerajinan lainnya yang terbuat dari bahan-bahan alami yang ada di Papua. Untuk saat tas-tas, noken ini memang yang dipajang sekaligus dijual hanya tas se- nusantara berbahan alam Papua, tetapi tak menutup kemungkinan kerajinan tangan lainnya akan dihadirkan seperti, batik, kaos-kaos kerajinan Papua,” harapnya.
Untuk bahan-bahan yang digunakan, Mace Riris menyampaikan, didatangkan dari pasar Hamadi. Tas se- Nusantara kemudian dimodifikasi dengan bahan Papua hingga membuat tas tersebut terlihat menarik baik bagi diri kita sendiri maupun orang lain.
“ Memang produk tas saya ini harganya juga agak terlihat mahal sebab nilai karya seni bukan dilihat dari sebuah harga, tetapi karya terhadap imajinasi untuk menciptakan tas agar menarik dan eksotik untuk dipasarkan,tutur Mace Riris.
Lanjud dia, untuk menciptakan 1 tas saja dengan dipadukan bahan alami Papua itulah mudah. Jadi, 1 tekstur tas itu terdiri dari beberapa bahan diantaranya, dari bahan kulit anggrek dan kulit kayu sedangkan bahan dasar kulit kayu dari Papua, bulu-bulu kasuari, bulu-bulu ayam yang dihias, buah saga. “Bahan-bahan tersebut kemudian kami pernis sehingga prosesnya tidak mudah, sehingga barang yang tersedia Sako Ethnic Art limited edition atau edisi terbatas,” tambahnya.
Sementara itu Penjabat Bupati Jayapura, Triwarno Purnomo menyampaikan apresiasi atas peresmian Sako Ethnic Art. “Ini memujukkan bahwa dunia usaha berperan aktif mempercepat pertumbuhan di Kabupaten Jayapura khususnya Sako Ethnic Art. Saya juga mengharapkan kepada dunia usaha lain agar bersama-sama dengan pemerintah bergandeng tangan,” ucap Pj Bupati Jayapura seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Aman Hasibuan, Senin (29/5).
Triwarno mengajak semua pihak bergandeng tangan menjadi orang tua asuh dalam mengembangkan UMKM di Papua,”paparnya.