Top
Begin typing your search above and press return to search.

Dumas KPK dalami isi rekaman dugaan suap oknum penyidik terkait kasus Hasbi Hasan

Elshinta.com, Pihak Pengaduan Masyarakat (Dumas) KPK akhirnya menindaklanjuti laporan Oca (Linda Susanti) terkait rekaman dugaan Rekayasa Kasus Sekma Hasbi Hasan, Selasa (30/5).

Dumas KPK dalami isi rekaman dugaan suap oknum penyidik terkait kasus Hasbi Hasan
X
Sumber foto: Aldi Evi Permana/elshinta.com.

Elshinta.com - Pihak Pengaduan Masyarakat (Dumas) KPK akhirnya menindaklanjuti laporan Oca (Linda Susanti) terkait rekaman dugaan Rekayasa Kasus Sekma Hasbi Hasan, Selasa (30/5).

Oca mengaku bersyukur akhirnya ditanggapi laporannya oleh KPK dan menindaklanjuti laporannya dengan kembali memutar rekaman percakapan tersebut ke petugas di Dumas KPK.

“Ya, Alhamdulillah, direspon dengan baik,“ ujarnya.

Menurutnya dia kembali mempresentasikan rekaman tersebut kepada Pak Heksa dan tiga petugas lainnya.

“Tadi diputar, tapi sebetulnya ada fullnya. Cuma karena yang satunya menyebut nama pejabat MA juga, tapi belum menjadi tersangka, aku gak mau jadi aku simpan baik-baik,” katanya seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Aldi Evi Permana, Selasa (30/5).

“Yang aku bantu ini memang sudah mejadi tersangkanya,“ imbuhnya.

Oca menambahkan, petugas dumas KPK juga menanyakan ciri-ciri penyidiknya.

“Sampai saat ini masih hapal banget ciri-cirinya, Aku bilang kalau ada semua penyidiknya bisa aku liat,” ungkapnya.

Oca meyakini bahwa dua orang (oknum) KPK yang terlibat dari berita yang muncul kemudian ternyata Hasbi Hasan ditarget dan menjadi tersangka dari pengembangan kasus Hakim Agung G.

Selain itu diduga oknum penyidik tersebut berusaha memperburuk citra Firli dan menyerang Mahkamah Agung.

Oca kembali menegaskan dalam melaporkan rekaman tersebut dia tidak bermaksud menyerang KPK, tapi demi mengungkap kebenaran.

“intinya Oca hadir bukan untuk melawan KPK, tapi lebih kepada membantu mengungkap sebuah kebenaran,“ ucapnya.

Oca atau Linda Susanti menilai sejauh pengalaman pribadinya, sangat sulit sebenarnya menemui pejabat Mahkamah Agung.

Menurutnya, informasi bahwa Dadan Tri Yudianto sering bolak balik ke MA tidak semudah yang dibayangkan untuk menemui pejabat di MA.

Diberitakan Oca alias Linda Susanti merasa tergerak untuk menolong Hasbi Hasan dengan pertimbangan pengalaman keluarga yang terseret kasus korupsi dengan dugaan menjadi target dan dikorbankan.

“Intinya saya tidak kenal pak Hasbi,” ucapnya.

Dia menceritakan tidak sengaja merekam percakapan yang diduga membicarakan kasus Hakim G dan mentargetkan Sekma jadi tersangka dengan imbalan ribuan dolar.

“Pada tanggal 9 des 2022 jauh sebelum Pak Hasbi dijadikan tersangka, tidak sengaja saya ketika tengah berada di warung di pinggir jalan dekat gedung KPK merekam percakapan 4 orang, 2 diantaranya saya duga penyidik terkait kasus hakim G , dan menyebut Sekma target berikutnya dengan imbalan ribuan dolar,” jelasnya.

Dan ternyata benar Sekma kemudian menjadi tersangka.

“Aku mengikuti berita dan ternyata benar sekma jadi tersangka,” ujar Oca.

“Dan isi rekaman peracakapan ini pun memang menginginkan Pak Hasbi menjadi tsk (tersangka),” tegasnya.

Diketahui, nama Hasbi Hasan dan Dadan Tri Yudianto muncul beberapa kali dalam persidangan kasus dugaan jual beli perkara di Mahkamah Agung. Salah satu terdakwa penyuap hakim agung, Theodorus Yosep Parera mengungkapkan, jalur lobi pengurusan perkara di MA tidak hanya dilakukan lewat bawah.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire