Top
Begin typing your search above and press return to search.

Melihat dari dekat Museum Tembikar dan Pelabuhan petikemas otomatis Qinzhou

Elshinta.com, Dalam rangkaian Forum Kerjasama Mitra Media ASEAN 2023 yang digagas China Media Group dengan pemerintah provinsi otonomi Guangxi di hari ke tiga kemarin, Elshinta berkesempatan mengunjungi 3 tempat.

Melihat dari dekat Museum Tembikar dan Pelabuhan petikemas otomatis Qinzhou
X
Sumber foto: Robby Hatibie/elshinta.com.

Elshinta.com - Dalam rangkaian Forum Kerjasama Mitra Media ASEAN 2023 yang digagas China Media Group dengan pemerintah provinsi otonomi Guangxi di hari ke tiga kemarin, Elshinta berkesempatan mengunjungi 3 tempat, yaitu museum tembikar Ningxing di Qinzhou dan mengunjungi pelabuhan petikemas otomatis Qinzhou serta Stasiun Pusat Kontainer Kereta Api Qinzhou.

Sebelumnya dijadwalkan akan mengunjungi peternakan tiram di Qinzhou mengingat kota ini merupakan produsen utama tiram di seluruh China. Namun karena sejak Kamis subuh hingga kamis malam hujan tidak berhenti.

Pada kunjungan pertama di pagi hari rombongan jurnalis se Asia Tenggara atau ASEAN mengunjungi museum tembikar Ningxing Qinzhou yang didedikasikan pemerintah setempat untuk memamerkan koleksi tembikar tradisional khas Qinzhou dan membantu menjaga warisan budaya kota.

Museum ini dibangun di atas situs reruntuhan kuno Ningxing tempat produksi tembikar terbesar di China selatan pada abad ke-7 hingga ke-9 pada masa Dinasti Tang.

Ratusan artefak tembikar dipamerkan dalam museum ini mulai dari ukuran kecil hingga pot besar yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari serta dalam ritual keagamaan.

Museum ini juga memamerkan proses pembuatan tembikar yang melibatkan penggilingan tanah liat, pembuatan bentuk tembikar, pembakaran dan proses akhir.

Pada gedung Experience Centre pengunjung dapat melihat secara langsung proses pembuatan karya seninya yang indah dan unik oleh para pengrajin tembikar. Biasanya ini diperuntukan bagi anak-anak dan keluarga dalam program edukasi untuk mempelajari sejarah dan budaya tembikar khas Qinzhou misalnya melalui kegiatan seperti membuat pot dari tanah liat melukis keramik dan membuat tiruan artefak tembikar kuno.

Siang harinya rombongan jurnalis menuju ke teluk beibu di pesisir kota Qinzhou tepatnya di pelabuhan petikemas otomatis Qinzhou yang baru diresmikan pada November 2020.

Pelabuhan ini merupakan satu dari 3 pelabuhan terbesar di China dalam hal volume kargo. 2 Lainnya adalah pelabuhan Beihai dan pelabuhan Fangchenggang. Letaknya sama-sama di pesisir china bagian selatan. Karena lokasi yang strategis dan dekat dengan negara ASEAN, ke tiga pelabuhan ini menjadi pintu gerbang bagi perdagangan internasional Cina dengan negara-negara ASEAN.

Pelabuhan petikemas ini dilengkapi dengan teknologi canggih terbesar dan disebut-sebut paling modern di kawasan Asia Tenggara. Hampir semua proses di pelabuhan tersebut dapat dilakukan secara otomatis dari segala proses mulai dari pemindahan kargo, penurunan dan pengangkutan kontainer hingga penumpukan kontainer. Ini yg

Secara keseluruhan pelabuhan petikemas otomatis Qinzhou adalah contoh nyata dari kemajuan teknologi dan inovasi yang terus berkembang di industri logistik China serta dapat dijadikan inspirasi bagi pengembangan pelabuhan-pelabuhan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia dengan pelabuhan terbesarnya yaitu pelabuhan tanjung priok, jakarta utara.

Dan pada hari ke 4 hari ini, perjalanan kunjungan akan dimulai pada kawasan Pelestarian Ekologi Mangrove Beihai Golden Bay / yang terkenal karena keindahan alamnya yang menawan dengan 50 ribu pohon mangrove yang tumbuh di pantai dan perairan yang jernih serta habitat bagi berbagai jenis ikan, udang, kepiting, burung laut, dan satwa liar lainnya.

Dan pada sore harinya mengunjungi museum budaya dinasti hepu han, pertemuan meja bundar mitra media asean dan terakhir menuju ke kawasan hepu haisi shougang. Bagaimana selengkapnya, tetap ikuti laporan saya Robby Hatibie.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire