Top
Begin typing your search above and press return to search.

Diduga ada kecurangan, 6 casis Polwan datangi Panda Seleksi di Mako Brimob 

Elshinta.com, Sebanyak 6 orang calon siswa (Casis) Polisi Wanita (Polwan) mendatangi Panitia Daerah (Panda) seleksi calon anggota Polri di Markas Brimob Jl Bhayangkara Sampali, Medan, Sumatera Utara.

Diduga ada kecurangan, 6 casis Polwan datangi Panda Seleksi di Mako Brimob 
X
Sumber foto: Diurnawan/elshinta.com.

Elshinta.com - Sebanyak 6 orang calon siswa (Casis) Polisi Wanita (Polwan) mendatangi Panitia Daerah (Panda) seleksi calon anggota Polri di Markas Brimob Jl Bhayangkara Sampali, Medan, Jumat (16/6). Mereka mengaku kecewa terhadap panitia penerimaan Bintara Polda Sumut. Mereka menduga, penerimaan anggota Polisi itu tidak transparan dan ada kecurangan.

Melalui kuasa hukum keenam Casis itu, Jonen Naibaho dan Rudolf Naibaho mengatakan, keenam casis itu dinyatakan gugur pada pengumuman tanggal 12 Juni 2023. Para kliennya tidak lulus pada ujian Kesehatan Jiwa (Keswa) yang dilaksanakan pada Minggu (11/6).

"Ada 6 Casis Polwan, yang pada pengumuman tanggal 12 Juni disebut Tidak Memenuhi Syarat (TMS)," kata Jonen bersama 6 Casis Polwan di Mako Brimob Polda Sumut, Jumat (16/6/2023) sore.

Menurut dia, keenam Casis Polwan itu selama satu tahun telah belajar di satu Bimbingan Belajar (Bimbel) yang membahas soal Keswa. Artinya sudah mateng untuk belajar keswa.

"Mereka ada 7 orang belajar disatu bimbel namun 1 diantaranya lolos atau memenuhi syarat (MS) sedangkan 6 dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS). Bahkan diantara 6 Casis yang TMS merupakan rangking 2 umum," katanya dengan nada heran.

Kemudian, para Casis dan kliennya mendatangi lokasi tes penerima Bintara Polri di Mako Brimob Polda Sumut. Kedatangan mereka untuk mempertanyakan soal gugurnya keenam Casis itu.

"Hari ini kita tanyakan tapi, adik-adik tidak boleh didampingi kuasa hukum. Kami minta penjelasan di mana letak kesalahan adik-adik ini," ungkapnya.

Dari hasil penjelasan para panitia kepada para Casis ini, ada yang tidak memenuhi syarat.

"Jadi hasil yang kami terima, tingkat grafiknya sama semua keenamnya nilainya 80, itu yang membuat tidak memenuhi syarat. Nilainya berlebihan," kata dia seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Diurnawan, Senin (19/6).

Anehnya lagi, sambung dia, seorang rekan keenam Casis yang masih dalam satu Bimbel dinyatakan lulus.

"Ada satu orang satu Bimbel dinyatakan lulus dan kami minta nilai satu orang itu ditunjukan tetapi tidak diperbolehkan karena itu katanya rahasia. Padahal, yang lulus ini sudah memberikan izin kepada kita kalau memang itu dibutuhkan," katanya.

"Adik-adik ini juga tadi minta discan nilainya tapi tidak diperbolehkan dan harus ada izin Kapolri," ucap dia.

Hal inilah yang membuat pihak Casis curiga kalau penerimaan Bintara Polri di Polda Sumut tidak transparan dan ada dugaan kejanggalan. "Ada dugaan kejanggalan dan ketidakadilan atau dugaa kecurangan," ungkapnya.

Sementara, Waka Polda Sumut, Brigjen Jawari ketika dikonfirmasi soal banyaknya Casis yang tidak terima kalah mengucapkan terima kasih atas informasi yang dilakukan panitia penerima Casis.

"Terimakasih informasinya. Peserta diberikan kesempatan menanyakan hasil Keswanya," ujar jenderal bintang satu tersebut.

Ditanya lebih jauh tentang proses penerimaan casis Polda Sumut yang dikomplain itu, Brigjen Jawari menyatakan, akan mengeceknya.

"Nanti saya cek," tandasnya.

Sedangkan Karo Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Sumut, Kombes Pol Benny Bawensel ketika dikonfirmasi prihal komplain dan protes Casis Polwan itu mengatakan, apabila hasilnya tidak valid, maka diulang dan selanjutnya dilakukan wawancara dokter yang kompeten.

"Untuk tes Keswa dilakukan terhadap semua peserta dan sesuai SOP," ungkapnya.


Poto: Pengasihan hukum, Jonen Naibaho dan Rudolf Naibaho bersama keenam Casis Polwan memberikan keterangan kepada wartawan di Mako Satuan Brimob Polda Sumut, Jumat (16/6/2023).

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire