Bali wujudkan wisata berkualitas dan berkelanjutan
Elshinta.com, Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) TRAVEX yang ke-9 dibuka secara resmi oleh Bapak Gubernur Bali, Wayan Koster, yang memiliki kepedulian penuh terhadap industri pariwisata.

Elshinta.com -Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) TRAVEX yang ke-9 dibuka secara resmi oleh Bapak Gubernur Bali, Wayan Koster, yang memiliki kepedulian penuh terhadap industri pariwisata. Wayan Koster didampingi oleh perwakilan para menteri, pejabat pemerintah daerah, pemangku kepentingan di sektor pariwisata, swasta, asosiasi, dan peserta pameran, buyers & sellers yang berlokasi di Bali International Convention Center (BICC) Nusa Dua.
“BBTF mengangkat tema tentang hubungan kualitas dan wisata berkelanjutan yang sesuai dengan harapan pasar saat ini.” kata I Putu Winastra, selaku ketua komite BBTF dan ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) daerah Bali, Sabtu (17/6).
Ia menerangkan jika pada tahun ini BBTF telah memiliki 350 buyers dari 51 negara yang difasilitasi oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia untuk bertemu bisnis dengan 230 sellers dari 5 negara yang tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga dari Italia, Cina, Malaysia, dan Amerika.
“Pertumbuhan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan di Bali bergantung pada bagaimana respon kita dalam menyikapi dan mengambil peluang setelah pandemi. Pariwisata kebudayaan, kesehatan, dan kebugaran membawa potensi yang tinggi dalam aktivitas ekonomi pariwisata,” kata I Wayan Koster.
“Mari tunjukan kapasitas tersebut dengan memberikan promosi yang terbaik agar tercipta dampak baik bagi lingkungan serta komunitas lokal,” jelasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Eko Sulestyono, Senin (19/6).
Sementara Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia - Vinsensius Jemadu mengatakan, Indonesia memiliki potensi yang begitu besar yang dapat dijelajahi lebih dalam, mulai dari bisnis cruising - kapal pesiar hingga keberagaman produk seperti wisata kesehatan, kebugaran, ekowisata dan MICE. "BBTF adalah salah satu platform terbaik untuk mempromosikan keragaman produk wisata dan destinasi,” kata Vinsensius.
“Events lead to Recovery - semakin banyak even dan festival, semakin cepat pemulihan destinasi wisata. Pemerintah akan mendukung kegiatan satu desa satu kegiatan, atau One Village One Event untuk menjamin keikutsertaan komunitas dalam melestarikan kearifan lokal dan budaya” jelasnya.
Jemadu, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia tentang produk Indonesia. Beliau menggambarkan Bali sebagai destinasi Kemewahan Terjangkau atau Luxurious Affordable dan tidak akan bisa diposisikan sebagai destinasi yang murah.
Duta Besar Siti Nugraha Mauludiah, Staff Ahli Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia di Luar Negeri, menambahkan impresinya tentang partisipasi Kementrian Luar Negeri yang pertama kalinya di BBTF.
Acara ini akan didukung lebih besar pada tahun selanjutnya setelah pengalaman postif selama BBTF 2023 - dengan mengundang para duta besar dari berbagai negara, untuk dapat mendorong lebih banyak partisipasi pelaku bisnis wisata dan pengembangan kerjasama sektor wisata di Indonesia.
Tahun ini juga untuk pertama kalinya Indonesia Healthcare Corporation (IHC), holding Rumah Sakit BUMN bergabung dengan BBTF.
“Bali International Hospital di bawah manajemen IHC bekerjasama dengan Mayo Clinic akan menjanjikan wisata kesehatan. BIH terletak di kawasan ekonomi khusus Sanur - dengan dukungan dari Kementrian Kesehatan, mempermudah para ahli Kesehatan, Diaspora Indonesia berpraktek di Kawasan ini dengan obat-obatan dan peralatan medis yang canggih.” kata drg. Mira Dyah Wahyuni, MARS, Direktur Utama PT. Pertamina Bina Medika, IHC mendukung wisata medis.
Pembicara penting lain di dalam temu media yang juga memberikan pemahaman tentang pentingnya keseimbangan segmen pasar untuk keberhasilan sektor pariwisata adalah Ida Bagus Agung Partha Adyana, Ketua Bali Tourism Board.
Ia menekankan kolaborasi sebagai jembatan sukses. Selanjutnya Junud Bin Suhid, Direktur Tourism Malaysia - menyampaikan apresiasi dan pembelajarannya tentang bagaimana BBTF membawa nilai tambah dalam membangun peluang bisnis berjejaring atau networking.
“Sinergi dalam berbisnis sejalan dengan komitmen kita bersama – Bali for Bali sebagai produk kesinambungan.” kata Sander Looijen, General Manager Westin Nusa Dua.
“Membentuk kesadaran yang berkelanjutan tidak hanya menguatkan hubungan antara buyers & sellers dan pejabat pemerintah, tetapi juga komitmen dalam menciptakan industri pariwisata yang berkembang dan memiliki nilai saing.” kata Ni Made Ayu Martini, Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menutup acara temu media.