Top
Begin typing your search above and press return to search.

Perajin alkohol dapat perhatian khusus DLH Sukoharjo soal limbah selama kemarau

Elshinta.com, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah meminta perajin alkohol di sejumlah desa di Kecamatan Mojolaban dan Polokarto, tidak membuang limbah ke Sungai Samin sebelum dilakukan pengelolaan. Hal ini untuk mengantisipasi dampak pencemaran air dan udara sepanjang musim kemarau.

Redaksi |Sigit Kurniawan
Perajin alkohol dapat perhatian khusus DLH Sukoharjo soal limbah selama kemarau
X
Sumber foto: www.merdeka.com/elshinta.com.

Elshinta.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah meminta perajin alkohol di sejumlah desa di Kecamatan Mojolaban dan Polokarto, tidak membuang limbah ke Sungai Samin sebelum dilakukan pengelolaan. Hal ini untuk mengantisipasi dampak pencemaran air dan udara sepanjang musim kemarau.

Dikatakan Kepala DLH Sukohajo Agus Suprapto, alkohol menjadi industri rumahan warga di dua kecamtan tersebut di Sukoharjo sejak lama. Tetapi rata rata belum memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang memadai. Kebanyakan bahkan hanya mengandalkan IPAL komunal yang kapasitasnya terbatas. Sehingga limbah alkohol ini sering dialirkan langsung ke Sungai Samin tanpa diolah terlebih dahulu.

"Dinas sudah panggil perajin alkohol di Desa Bekonang dan Ngombakan sosialisasikan dampak limbah saat kemarau," jelas Agus seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti, Kamis (22/6).

Sementara, Sungai Samin sendiri akan bermuara ke Bengawan Solo. Dampak pencemaran saat musim kemarau juga relatif lebih cepat dirasakan permukiman di sekitar bantaran sungai. Atau bahkan daerah yang memanfaatkan Bengawan Solo sebagai sumber air baku.

"Kami sudah panggil pelaku usaha sekaligus mengingatkan agar pembuangan limbah ke sungai melalui proses pengolahan," katamya.

Ia mengaku telah meminta perajin alkohol untuk mengikuti aturan dengan mengolah limbah meminimalkan kadar pencemaran sampai ambang batas aman sebelum dialirkan ke sungai. Tetapi imbauan dan sosialisasi relatif lebih sulit berjalan ditataran pelaku usaha kecil.

Dinas menyiasati kondisi tersebut dengan mengintensifkan patroli ke titik titik pembuangan limbah, kemudian melakukan pembinaan dilapangan saat ditemukan pelanggaran."Dinas sifatnya pembinaan. Tim pengawan intensif memantau ke lapangan untuk meminimalkan potensi pelanggaran," tambahnya.

Agus meenyebut, selain sentra industri rumah tangga pembuatan alkohol, perajin kain berbahan cat printing juga menjadi bidikan tim DLH. Lokasi usaha kecil mikro akan lebih sering dipantau petugas lingkungan hidup untuk mengawasan selama musim kemarau.

Usaha sejenis yang skalanya lebih besar justru dinilai lebih tertib. Hal ini dinilai dari laporan pelanggaran yang lebih kecil dari industri kecil mikro. Namun pengawasan tetap diperlakukan sama untuk semua usaha produksi yang menghasilkan limbah dan membuang limbah cairnya ke sungai.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire