Warga diminta tidak masuk zona bahaya Gunung Semeru
Elshinta.com, Petugas terus melakukan pemantauan terkait erupsi Gunung Semeru di Curah Kobokan, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Jawa Timur. Mereka juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak masuk ke zona berbahaya Gunung Semeru.

Elshinta.com - Petugas terus melakukan pemantauan terkait erupsi Gunung Semeru di Curah Kobokan, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Jawa Timur. Mereka juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak masuk ke zona berbahaya Gunung Semeru.
Hari ini, Jumat (23/6) Gunung Semeru sudah beberapa kali mengalami erupsi awan panas kepulan dengan jarak luncur 3500 meter ke arah tenggara atau Besuk Kobokan. Masyarakat yang berada di zona-zona bahaya Gunung Semeru utamannya yang berada di radius 17 km dari arah puncak diharapkan meningkatkan kewaspadaan. Terlebih saat ini Gunung Semeru dalam kondisi Level 3 Siaga dan masih fluktuatif.
Dilaporkan Kontributor Elshinta, Efendi Murdiono, dari hasil visual nampak teramati asap putih kelabu dengan ketinggian 50-200m ke atas juga adanya awan panas guguran yang sempat mengalir ke arah Besuk Kobokan. Juga terdengar 2 kali suara gemuruh yang diikuti letusan.
Sementara untuk kegempaan yang teramati dari Seismograf di Pos Pantau di Gunung Sawur sempat terjadi kegempaan letusan 12 kali, Magnitudo 15-23 mm, 71-160 detik. Sementara untuk awan panas guguran 1 kali dengan amplitudo 17mm durasi 860
detik.
Untuk guguran juga terjadi 5 kali, amplitudo 4-14mm, durasi 47-90 detik dengan hembusan terjadi 1 kali.
Petugas meminta masyarakat untuk tetap lebih waspada diluar Radius 17 km karena potensi yang fluktuatif ini bisa
sewaktu waktu terjadi lonjakan yang signifikan.
Diketahui, enam jam sebelumnya sempat terjadi ledakan yang cukup keras sekitar 10km dari puncak erupsi diikuti dengan kegempaan 2 kali amplitudo 8mm atau sekitar 60 detik.(Aldi)