Athanasius wakili Salatiga 'Konser Kemerdekan 17 Agustus' di Istana Merdeka
Elshinta.com, 'Wow,' Itulah kata pertama yang diucapkan Pj. Wali Kota Salatiga, Jawa Tengah Sinoeng N. Rachmadi, saat menerima audiensi dari anak-anak Gita Bahana Nusantara (GBN) Kota Salatiga di Ruang Kerja Wali Kota Salatiga, Jumat (23/6).

Elshinta.com - 'Wow,' Itulah kata pertama yang diucapkan Pj. Wali Kota Salatiga, Jawa Tengah Sinoeng N. Rachmadi, saat menerima audiensi dari anak-anak Gita Bahana Nusantara (GBN) Kota Salatiga di Ruang Kerja Wali Kota Salatiga, Jumat (23/6). Sebab, satu diantara enam anak yang mengikuti Audisi Gita Bahana Nusantara tersebut akan menjadi Duta Provinsi Jawa Tengah pada paduan suara Peringatan HUT Kemerdekaan RI 2023 di Istana Merdeka.
Dengan didampingi Esther sebagai pelatih vokal, dan Ika Puspitarini dari Bidang Kebudayaan Disbudpar Kota Salatiga, enam anak GBN Kota Salatiga tersebut menyampaikan keikutsertaan mereka pada Audisi GBN Tingkat Provinsi Jawa Tengah untuk kategori Bas, Tenor, Alto dan Sopran. Pada audisi tersebut, Kota Salatiga berhasil membawa pulang piala untuk juara 1 Bas atas nama Athan, Juara 2 Tenor atas nama Firmas dan Juara 3 Alto atas nama Stefani. Karena yang dipilih untuk bergabung dengan paduan suara tingkat nasional di Istana Merdeka hanya peraih juara 1, maka hanya Athanasius Allan Darma Saputra alias Athan (kategori Bas) yang akan mewakili Jawa Tengah ke Istana.
“Tanggal 13 sampai 16 Agustus sudah dilakukan gladi bersih untuk Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan RI di Istana Merdeka. Jadi, yang sudah masuk nasional ini sudah tidak diseleksi lagi dan sudah tergabung dengan semua anak yang lolos seleksi paduan suara dari seluruh Indonesia,” tutur Athan.
Pada kesempatan itu, Sinoeng memberikan ucapan selamat kepada seluruh Peserta Audisi GBN Tingkat Provinsi. Ia sekaligus berpesan kepada yang belum lolos audisi, bahwasanya itu adalah bagian dari proses.
“Artinya, kesempatan itu akan selalu ada. Agak klise, tapi itulah fakta yang ada, karena tidak banyak orang terlibat di dalam proses kompetisi. Jadi, kalau orang masuk dalam kompetisi apapun, itu sebenarnya pembelajaran yang luar biasa, karena tidak semua orang mengalami atau berkesempatan mengikuti proses kompetisi," terangnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Pranoto, Sabtu (24/6).