Plt Bupati Langkat harap perbedaan hari Idul Adha jangan jadi polemik
Elshinta.com, Plt. Bupati Langkat Syah Afandin dan ribuan jamaah melaksanakan salat Idul Adha 1444 Hijriah di lapangan Alun-alun T. Amir Hamzah Kelurahan Kwala Bingai, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Kamis (29/6).

Elshinta.com - Plt. Bupati Langkat Syah Afandin dan ribuan jamaah melaksanakan salat Idul Adha 1444 Hijriah di lapangan Alun-alun T. Amir Hamzah Kelurahan Kwala Bingai, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Kamis (29/6). Salat Idul Adha diikuti Kabag Ops Polres Langkat AKP Sahrial Sirait, Kapolsek Stabat AKP Ferry Ariyandi, para asisten, staf ahli, SKPD jajaran Pemkab Langkat, tokoh masyarakat, tokoh agama, personel TNI, Polri dan ASN serta bertindak sebagai sebagai imam serta khatib dalam pelaksanaan salat Idul Adha yakni Al Ustadz Mansyur (Bendahara MUI Kabupaten Langkat).
Plt Bupati Langkat, Syah Afandin, sebelumnya menyampaikan dimana pada hari ini dan kemarin sudah ada yang berhari raya Idul Adha 1444 Hijriah, namun itu semua tidak menjadi polemik. "Hari ini kita berhari raya Idul Adha 1444 Hijriah dan kemarin ada sebagian saudara-saudara kita yang sudah berhari raya dan hal ini saya berharap tidak menjadi polemik di tengah-tengah umat Islam, karena adanya perbedaan dan jangan menjadi sumber perpecahan," ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, M Salim, Jumat (30/6).
Dikatakannya, pada pagi hari ini bersamaan dengan kehadiran lebih dari dua juta jamaah haji yang berasal dari berbagai penjuru dunia dimana 365 orang diantaranya merupakan keluarga jamaah haji dari Kabupaten Langkat. "Pada pagi hari ini bersamaan dengan kehadiran lebih dari dua juta jamaah haji yang berasal dari berbagai penjuru dunia dimana 365 orang diantaranya merupakan keluarga kita jamaah haji dari Kabupaten Langkat dan untuk itu mari kita doakan sekembalinya ke tanah air nanti menjadi haji dan hajjah yang mabrur," ujarnya.
Untuk itu, pada hari yang agung ini umat Islam yang berkemampuan melaksanakan penyembelihan hewan kurban sebagai salah satu wujud ketaatan kepada Allah SWT. "Melalui momentum Idul Adha, mari kita bangun rasa empati dan kepedulian, memupuk semangat berbagi, hidup dalam persatuan dan berbhinneka," pungkasnya.
Sementara itu khatib Al Ustadz Mansyur, dalam ceramahnya menyampaikan bagi yang belum punya kemampuan atau tidak mengerjakan haji dibulan ini, maka kita diperintahkan Allah dan rasulnya untuk berkurban sebagai ikhtiar amal untuk mendekatkan diri kepada Allah dan sebagai wujud kepedulian terhadap sesama manusia.
"Namun jika kita belum mampu berkurban pada tahun ini, tak usah gusar tapi sembelihlah sifat sombong, iri, dengki dalam diri kita dan semoga kita hidup dalam keshalehan dan dalam lindungan Allah SWT," pungkasnya.