Top
Begin typing your search above and press return to search.

Jemaah haji Indonesia terlantar 12 jam di Muzdalifah, sejumlah jemaah pingsan

Elshinta.com, Ribuan jemaah haji Indonesia terlantar di Muzdalifah selama 12 jam tanpa diberi makanan. Mabit biasanya seluruh jamaah sudah meninggalkan Muzdalifah paling lama jam 09..00 WAS. Tetapi jemaah haji Indonesia khususnya jamaah dari Sumatera Utara sejak selasa malam (22.00 WAS) meninggalkan Arafah hingga Rabu pagi jam 13.00 jamaah haji terlantar tanpa diberi snack dengan suhu udara mencapai 45 derejat.

Redaksi |Sigit Kurniawan
Jemaah haji Indonesia terlantar 12 jam di Muzdalifah, sejumlah jemaah pingsan
X
Sumber foto: Diurnawan/elshinta.com.

Elshinta.com - Ribuan jemaah haji Indonesia terlantar di Muzdalifah selama 12 jam tanpa diberi makanan. Mabit biasanya seluruh jamaah sudah meninggalkan Muzdalifah paling lama jam 09..00 WAS. Tetapi jemaah haji Indonesia khususnya jamaah dari Sumatera Utara sejak selasa malam (22.00 WAS) meninggalkan Arafah hingga Rabu pagi jam 13.00 jamaah haji terlantar tanpa diberi snack dengan suhu udara mencapai 45 derejat.

Hal ini disampaikan salah seorang jemaah haji Kloter 14 asal Asahan, Muslim Simbolon kepada media, Rabu (28/6/2023) di Mina.

"Saya prihatin tanpa diberi snack bahkan tidak ada petugad Satker dan Tim Kesehatan Saktet," ujar mantan anggota DPRD Sumut yang menilai pelayanan terburuk seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Diurnawan, Jumat (30/6).

Muslim lebih lanjut menyatakan, Pemerintah Indonesia menyatakan kalau tiba masalah ini karena cobaan sehingga harus sabar. Padahal ini semata kelalain dan pengaturan manajemen.

"Kenapa mahtab negara lain tidak masalah. Ini tidak ada solusi penyelesaian. Jemaah tanpa diberi serapan dan makan siang dan distribusi air mineral terbatan dan rebut rebutan," ujar politisi PAN seraya mengatakan tanpa tenda, tanpa pohon tanpa petugas satker dan menyebabkan banyak hidrasi dan pingsan.

Muslim Simbolon juga menyatakan dalam hal pengaturan transportasi jemaah hingga rebutan memasuki bus menuju Mina.

Menurut pengamatan saya kata Muslim jumlah jemaah Indonesia tidak sebanding dengan bus yang dipersiapkan panitia. Terkesan panitia haji Indonesia yang bekerjasama dengan pemerintah Arab Saudi tidak maksimal dan asal-asalan.

"Giliran antrian bus berjarak hingga satu jam sehingga cuma 6 bus mengangkut 8 kloter berdesakan di dalam bus," ujar Muslim Simbolon.

Peristiwa ini, lanjut Muslim, menyebabkan banyak jemaah juga yang rawat inap. Ini pengalaman buruk yang menjadi catatan bagi Kementerian Agama yang selama ini menyatakan kesiapan sudah baik tapi kenyataaan di lapangan tidak sesuai.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire