Pangdam V Brawijaya katakan Mahasiswa Membangun Desa 'the real life' yang harus dihadapi
Elshinta.com, Sebanyak 13.558 mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang Jawa Timur secara resmi dilepas dalam Program Mahasiswa Membangun Desa (MMD).

Elshinta.com - Sebanyak 13.558 mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang Jawa Timur secara resmi dilepas dalam Program Mahasiswa Membangun Desa (MMD).
Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo S. Si.,M.Si.,Ph.D Med.Sc mengatakan, kehadiran mahasiswa UB dalam melaksanaan MMD diharapkan dapat memberikan manfaat.
“Pesan saya pada mahasiswa selama 40 hari di 1.000 desa di Jawa Timur diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan dapat tercipta transformasi keilmuan dari kampus ke masyarakat,” kata rektor.
Selain itu mahasiswa yang ikut program MMD dapat segera beradaptasi dengan budaya atau kultur masyarakat setempat.
“Jangan sampai membawa dampak negatif termasuk penolakan warga dan hal negatif yang kemudian ramai di media sosial apalagi membawa nama universitas,” ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, El Aris, Jumat (30/6).
Sementara itu, Panglima Kodam V Brawijaya, Mayjen TNI Farid Makruf mengapresiasi pelaksanaan Program Mahasiswa Membangun Desa (MMD).
“Pendekatan sangat diperlukan utamanya saat terjun di masyarakat. Dan saya sangat tertarik dengan program ini dan ini salah satu cara kita membangun masyarakat dan peran mahasiswa sangat penting dan semangat turun ke desa,” ujar Pangdam.
Menurut Pangdam, program ini akan mensikronkan program MMD di desa-desa dan istilah MMD ini sangat tepat. “Tentu saja saya akan perintahkan Babin dan Babinkam untuk dampingi mahasiswa yang diharapkan dengan adanya pendampingan ini akan memudahkan pelaksanaan program,” imbuhnya.
Harapannya dengan kesempatan turun ke desa dapat sebagai wadah dalam mengimplementasikan ilmu yang peroleh ke masyarakat.
“Ini tantangan yang harus dihadapi dan jadikan MMD sebagai tantangan untuk diterima dimasyarakat dan ini The Real Live,” tandas Farid Makruf.