Meriahkan HUT ke-77 Bhayangkara, ribuan warga Magelang ikuti tari kolosal 'Sluku-sluku Bathok'
Elshinta.com, Ribuan warga Magelang, Jawa Tengah mengikuti tari kolosal 'Sluku-sluku Bathok' yang digelar Polres Magelang Kota dalam rangka HUT - 77 Bhayangkara. Tarian ini juga tercatat di rekor dunia MURI sebagai tarian Sluku-Sluku Bathok dengan jumlah peserta terbanyak.

Elshinta.com - Ribuan warga Magelang, Jawa Tengah mengikuti tari kolosal 'Sluku-sluku Bathok' yang digelar Polres Magelang Kota dalam rangka HUT - 77 Bhayangkara. Tarian ini juga tercatat di rekor dunia MURI sebagai tarian Sluku-Sluku Bathok dengan jumlah peserta terbanyak.
Warga sangat antusias mengikuti tarian kolosal ini. Mereka datang dengan mengenakan kostum yang unik-unik, meski ada juga yang mengenakan kostum biasa.
Menjadi istimewa karena pagelaran ini dihadiri banyak tokoh seniman dan budayawan. Seperti Butet Kertaraharja, Sudjiwo Tejo, Nasirun, KH Mustofa Bisri (Gus Mus), Inayah Wahid (Putri mantan Presiden Abdurrahman wahid) dan lain sebagainya. Hadir pula Wali Kota Magelang dr Muhamamd Nur Azis, Sekda Kabupaten Magelang Adi Wuryanto, Plt Sekda Kota Magelang Larsita.
Kapolres Magelang Kota, AKBP Yolanda Evelyn Sebayang mengatakan, tarian kolosal 'Sluku-Sluku bthok" diniatkan untuk mengistirahatkan pikiran karena kita akan menghadapi sesuatu yang besar ke depan.
Banyaknya seniman besar yang hadir, menurut Yolanda, karena ini urusan hati."Ini hati yang ngomong, karena saya tidak bisa memerintahkan mereka untuk hadir. Namun ini masalah hati yang ngomong, kebetulan pak Nasirun melaksanakan pameran lukisan tunggal di OHD Museum dan mereka sedang berkumpul. Ini keberuntungan Polres Magelang kota karena semua bisa ikut serta disini setelah saya sampaikan kegiatan tari kolosal Sluku-Sluku Batho," terang Yolanda seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Kurniawati, Rabu (5/7).
Seniman Butet Kertaraharja menambahkan, bahwa kegiatan ini bisa menjadi inspirasi untuk Indonesia. Bagaimana lembaga-lembaga yang jadi intrumen negara seperti kepolisian, menunjukkan berbahasa dengan kebudayaan, menggunakan kekuatan kesenian dan kebudayaan.
Seperti yang dikatakan Presiden Jokowi, bahwa genetika bangsa ini adalah kebudayaan. "Harapan saya, peristiwa seperti ini menjadi inspirasibagi Indonesia. Kalau seluruh Polres di Indonesia membuat kegiatan seperti ini, bayangkan kerukunan masayrakat seluruh Indonesia seperti ini. Kegiatan semacam ini jarang dilakukan lembaga sebagai instrumen negara," ujarnya.
Karena ini menjadi inspirasi, maka bisa menghilhami mereka dengan keunikan masing-masing. Bisa menggunakan kayu, bambu atau apapun, motif-motif koreografinya sesuai dengan daerah masing-masing.
Usai tari kolosal di gelar, para seniman lukis lengsung performance melukis di bawah pohon beringin. Hal itu menjadi pemandangan langka bagi warga Magelang, karena seniman-seniman lukis yang hadir merupakan seniman yang sudah punya nama besar.