Tinggal selangkah lagi, ribuan peserta Audisi Umum PB Djarum mulai berguguran
Elshinta.com, Usai melewati dua tahap screening, rangkaian Audisi Umum PB Djarum 2023 memasuki babak turnamen pada Selasa (4/7).

Elshinta.com - Usai melewati dua tahap screening, rangkaian Audisi Umum PB Djarum 2023 memasuki babak turnamen pada Selasa (4/7). Di hari pertama fase gugur ini, sebanyak 457 pebulutangkis muda yang terdiri dari 156 putri dan 301 putra di kelompok usia U-11 dan U-13 berjuang demi memenangkan pertandingan dan melaju ke babak berikutnya.
Pada dua hari pertama, mereka menjalani screening lima dan 10 menit. Lalu pada hari ketiga hingga kelima, peserta yang lolos tahap screening melanjutkan perjalanan mereka di babak turnamen. Peserta yang lolos akan menjalani fase karantina selama empat minggu hingga pada akhirnya tersaring atlet-atlet yang akan mendapatkan Djarum Beasiswa Bulutangkis dari Bakti Olahraga Djarum Foundation dan bergabung dengan klub PB Djarum.
Pelatih PB Djarum yang juga anggota Tim Pencari Bakat Atlet Putri, Ellen Angelina, mengatakan pada fase ini kemampuan para peserta lebih menonjol dan tampil maksimal di lapangan dibanding dua tahap screening sebelumnya. Hal tersebut membuat Juara Indonesia Open 2001 sektor tunggal putri ini berharap dapat menemukan pebulutangkis putri sesuai dengan kriteria yang telah ditargetkan oleh PB Djarum.
Ellen menilai bahwa kualitas para pebulutangkis belia yang datang dari Aceh hingga Papua mengalami peningkatan dibandingkan penyelenggaraan Audisi Umum 2022. Bakat dan talenta para peserta pun terlihat lebih merata, baik peserta dari Pulau Jawa maupun luar Pulau Jawa di kategori usia U-11 maupun U-13.
Selama babak turnamen yang diselenggarakan hingga Kamis (6/7), Tim Pencari Bakat akan terus memantau para peserta, sehingga membuka kesempatan bagi atlet dengan kualitas mumpuni tetap mendapatkan Super Tiket untuk melaju ke tahap karantina, meskipun kalah di fase gugur tersebut.
Salah satu atlet putri yang cukup mencuri perhatian yakni, Vanezya Artha Nafasta. Peserta putri U-11 asal Yogyakarta ini berhasil mengalahkan Adelia Khansa Rafani asal Karawang, Jawa Barat dua gim langsung dengan skor 21-6, 21-4. Berkat kemenangan tersebut, atlet asal Istimewa Badminton Club ini berhasil memastikan diri lolos ke babak turnamen selanjutnya. Impian atlet berusia 10 tahun ini untuk bergabung dengan klub PB Djarum semakin dekat. Ia berharap dapat menampilkan kemampuan terbaik di turnamen berikutnya agar meraih Super Tiket.
“Orangtua saya juga berharap paling tidak saya bisa masuk tahap karantina dulu, dan saya pun yakin bisa,” ucapnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Rabu (5/7).
Kelompok usia U-13, terdapat nama Cheren Ireyne Wiwen Pudi, Atlet asal Minahasa Selatan, Sulawesi Utara ini tampil penuh percaya diri dengan pukulan smash keras. Mendapat perlawanan sengit dari Devika Karima Sakti asal Magetan, Jawa Timur, ia sempat kecolongan di gim pertama. Meski akhirnya berhasil membalikkan keadaan dan unggul rubber game 18-21, 21-14, 21-11.
Atlet dari klub PB Solid yang sudah menyukai bulutangkis dari usia 9 tahun ini, sudah mempersiapkan diri jelang Audisi Umum agar bisa menyuguhkan penampilan terbaik dan bisa meraih Djarum Beasiswa Bulutangkis.
“Awalnya saya suka bulutangkis karena melihat banyak melihat atlet Indonesia yang sukses. Saya mau masuk PB Djarum karena banyak pemain dunia yang berasal dari klub ini. Jadi pengin seperti mereka dan menjadi kebanggaan orangtua,” tukas Cheren.