Top
Begin typing your search above and press return to search.

6 Juli 2010: Mengenang AT Mahmud, Sang Maestro lagu anak nasional

Elshinta.com, Lagu anak-anak populer seperti Pelangi, Anak Gembala, Ambilkan Bulan, hingga Cicak di Dinding ini seolah tak lekang ditelan zaman. Abdullah Totong Mahmud atau yang lebih dikenal sebagai A.T Mahmud lah yang menciptakan lagu-lagu anak Indonesia legendaris tersebut. Berkatnya, masa kecil anak-anak Indonesia diwarnai dengan lagu-lagu ceria dan edukatif.

6 Juli 2010: Mengenang AT Mahmud, Sang Maestro lagu anak nasional
X
TVRI mengundang A.T. Mahmud mengkoordinasi acara musik anak-anak dengan nama Ayo Menyanyi. Program dimulai pada 3 Juni 1968. (Foto : Tempo)

Elshinta.com - Lagu anak-anak populer seperti Pelangi, Anak Gembala, Ambilkan Bulan, hingga Cicak di Dinding ini seolah tak lekang ditelan zaman. Abdullah Totong Mahmud atau yang lebih dikenal sebagai A.T Mahmud lah yang menciptakan lagu-lagu anak Indonesia legendaris tersebut. Berkatnya, masa kecil anak-anak Indonesia diwarnai dengan lagu-lagu ceria dan edukatif.

Mengutip merdeka.com, Masagus Abdullah Mahmud atau lebih dikenal dengan nama A.T. Mahmud lahir di Kampung 5 Ulu Kedukan Anyar, Palembang, Sumatra Selatan pada tanggal 3 Februari 1930. Beliau adalah seorang pencipta lagu anak-anak Indonesia yang hingga kini masih dikenal luas berkat lagu-lagu ciptaannya.

Inspirasi lagu "Pelangi"

Inspirasi lagu Pelangi karya A.T Mahmud hadir saat ia mengantar anaknya, Rika, yang masih berusia lima tahun sekolah di TK. Di tengah perjalanan, Rika berteriak, "Pelangi!" sambil menunjuk ke arah langit.

Berkat momen itu, ia mulai menyanyikan pelangi degan mencari kata-kata yang tepat yang dapat mewakilkan pikiran anak kecil. Selanjutnya saar tiba di rumah, ide lagu pelangi ini ia iringi dengan gitar dan jadilah sebuah lagu.

Lagu anak-anak tentu berbeda dengan lagu untuk orang dewasa. Perbedaannya terletak pada pikiran, perasaan, dan perilaku anak itu sendiri. A.T Mahmud berusaha untuk memahami hal ini saat menciptakan lagu-lagu anak lainnya.

Sementara itu, lagu Ambilkan Bulan tercipta saat anaknya Rika tengah bermain di beranda rumah. Kala itu bulan tengah purnama, dan sang anak menyeletuk minta diambilkan bulan. Tertulis dalam A.T. Mahmud Meniti Pelangi: Sebuah Memoar (2003), saat itu ia terdiam. Agaknya ia kaget mendengar permintaan ‘aneh’ tersebut. Kejadian ini berlalu begitu saja. Akan tetapi, permintaan Rika akan bulan tidak mudah untuk dilupakan. Berkat momen ini, lahirlah lagu Ambilkan Bulan.

Lagu anak-anak karya A.T Mahmud lainnya juga digubah berkat momen-momen tak terduga bersama anak-anaknya ini. A.T Mahmud sendiri wafat pada tanggal 6 Juli 2010 di Jakarta dengan meninggalkan banyak sekali karya tak terlupakan yang akan terus menghiasi masa kecil anak-anak Indonesia.

Sumber : 9

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire