Bupati Kudus tegaskan Guru Penggerak kandidat kepsek
Elshinta.com, Guru Penggerak tak sekadar cakap di bidang pendidikan, tetapi harus punya jiwa kepemimpinan dan terampil dalam manajerial. Guru penggerak punya kans dikandidatkan sebagai kepala sekolah.

Elshinta.com - Guru Penggerak tak sekadar cakap di bidang pendidikan, tetapi harus punya jiwa kepemimpinan dan terampil dalam manajerial. Guru penggerak punya kans dikandidatkan sebagai kepala sekolah. Hal ini diungkapkan Bupati Kudus Hartopo seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Kamis (6/7).
"Saya setuju kalau kandidat kepala sekolah berasal dari guru penggerak. Tapi, jangan hanya menguasai bidang pendidikan saja. Harus punya jiwa kepemimpinan juga," ungkapnya usai membuka Lokakarya 7, Panen Hasil Belajar di Gedung Serbaguna Kandangmas, Dawe.
Dukungan guru penggerak menjadi kandidat kepala sekolah telah disampaikan bupati saat bertemu Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nadiem Makarim dalam puncak Peringatan Hari Pendidikan Nasional lalu. Pihaknya memberi masukan agar guru penggerak dipilih dari guru yang telah berpengalaman.
Ia meminta dinas terkait dan Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) memverifikasi dengan ketat calon guru penggerak. Diharapkan, guru penggerak sudah luwes mengajar dan sering menjadi perwakilan sekolah.
Widyaiswara BBGP Jawa Tengah Fety Marhayuni mengungkapkan 166 Calon Guru Penggerak (CGP) Kabupaten Kudus yang saat ini melaksanakan lokakarya harus semangat dalam meningkatkan kompetensi. Fety menguraikan guru penggerak harus menjadi warna di sekolah dalam mendidik siswa dan menstimulasi diskusi positif dengan rekan kerja.
Salah satu guru penggerak dari SD 1 Banget, Anzarul Bustami, bersyukur mendapat kesempatan mengikuti pelatihan guru penggerak. Dukungan dari bupati juga memotivasi untuk terus memajukan pendidikan di Kabupaten Kudus.