Top
Begin typing your search above and press return to search.

Tak banyak dilirik, sabut kelapa ternyata miliki nilai fantastis

Elshinta.com, Kelapa adalah salah satu tanaman yang banyak tumbuh di Asia Tenggara khususnya daerah Indonesia sendiri sebagai salah satu penghasil kelapa terbesar di dunia. Namun pernahkah Anda berpikir bahwa sabut kelapa bisa diolah menjadi salah satu material yang bisa digunakan untuk abrasi pantai dan pondasi cakar ayam. Ditangan Rusni Febrianti sabut kelapa yang awalnya tidak memiliki nilai jual kini bernilai tinggi hingga banyak dicari. 

Tak banyak dilirik, sabut kelapa ternyata miliki nilai fantastis
X
Sumber foto: Rizkia/elshinta.com.

Elshinta.com - Kelapa adalah salah satu tanaman yang banyak tumbuh di Asia Tenggara khususnya daerah Indonesia sendiri sebagai salah satu penghasil kelapa terbesar di dunia. Namun pernahkah Anda berpikir bahwa sabut kelapa bisa diolah menjadi salah satu material yang bisa digunakan untuk abrasi pantai dan pondasi cakar ayam. Ditangan Rusni Febrianti sabut kelapa yang awalnya tidak memiliki nilai jual kini bernilai tinggi hingga banyak dicari.

Local Hero asal Penajam Paser Utara, Koperasi Kriya Inovasi Mandara ini bersama dengan ibu-ibu sekitar tempat tinggalnya memulai usaha budidaya sabut kelapa sejak 7 tahun silam. Produk awalnya adalah coco feet yang merupakan media tanam dan coco fiber yaitu serat sabut kelapa yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan matras dan kursi mobil.

“Awalnya kami hanya membuat dua produk dari sabut kelapa ini lalu seitar 2020 kami memulai membuat inovasi baru ya seperti coir roll, matras dan berbagai jenis kerajinan lainnya juga pupuk berbahan dasar tepung ikan, sekam bakar dan beberapa bahan lagi yang sudah di uji coba di 3 lab yaitu ITK, IPB dan BPTP Samarinda dijamin keamanannya bagi lingkungan kita,” tutur local hero kelurahan Saloloang itu.

Ia mengungkapkan telah menjual produk coco fiber buatan kelompok koperasinya hingga ke Cina dalam bentuk ball, sehingga tahap penyelesaian akan dikerjakan disana. “ Saat ini kita sudah menjual ke Cina ya coco fibernya dalam bentuk ball yang akan dilakukan tahap finishing disana untuk pembuatan jok mobil dan jok pesawat ya,” paparnya kepada awak media termasuk Kontributor Elshinta, Rizkia, Sabtu (8/7).

Sejalan, Dharma Saputra, Head Of Comunication, Relasion and CIB, Pertamina Hulu Kalimantan Timur Bagian Selatan mengungkapkan bahwa sabut kelapa sendiri merupakan produk limbah yang banyak ditemui di pesisir Penajam Paser Utara khususnya kelurahan Saloloang namun ditangan anggota Koperasi Kriya Inovasi Mandara menjadi barang yang memiliki nilai jual.

"Ini memang produk turunan komuditi kelapa yang banyak di temui di PPU sebagai beranda IKN dan dimanfaatkan menjadi coir roll yang mana bisa menahan abrasi pantai untuk daerah-daerah yang mudah longsor untuk menahan abrasi dengan ditanamin cover crop sehingga menjadi kuat terasnya,” tutur pria berkacamata ini.

Selain itu seperti coir roll yang di gunakan untuk penyangga abrasi pantai, ada juga coco feet block untuk daerah-daerah vegetasi magrove dan juga ada produk olahan sabut kelapa untuk pembuatan swing roof. “Ada juga swing roof ya untuk pekerja migas yang mau berpindah dari satu kapal ke kapal lain kan harus berayun nah kita juga ada bahan olahannya termasuk ada juga produksi media tanam sehingga sabut kelapa ini bisa menjadi berbagai macam varian komoditi yang bisa menghasilkan,” jelasnya lagi.

Selain itu ia juga mengapresiasi pemerintah setempat atas kesigapannya ikut mendorong usaha dari warga sekitar memajukan warganya dan ekonominya dengan memanfaatkan bahan-bahan yang awalnya limbah menjadi barang-barang yang bernilai tinggi.

"Jadi selain suaminya sebagai nelayan, ibu-ibunya dirumah juga menghasilkan uang dengan adanya pengolahan sabut kelapa ini, dan pasarnya juga sudah berkembang luas apalagi sejak penempatan IKN, bahkan ada salah satu perusahaan yang sekarang sebagai pembeli tetap media semai dari coco feed block ini,” tutupnya.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire