Top
Begin typing your search above and press return to search.

Sudah buka gelombang dua, sekolah pinggiran di Sukoharjo tetap kekurangan siswa

Elshinta.com, Sekolah pinggiran di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah kembali mengalami penurunan jumlah pendaftar. Lima SMP diantaranya membuka dua gelombang pendaftaran guna memenuhi kuota siswa yang ditentukan oleh dinas pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) setempat.

Sudah buka gelombang dua, sekolah pinggiran di Sukoharjo tetap kekurangan siswa
X
Sumber foto: Deni Suryanti/elshinta.com.

Elshinta.com - Sekolah pinggiran di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah kembali mengalami penurunan jumlah pendaftar. Lima SMP diantaranya membuka dua gelombang pendaftaran guna memenuhi kuota siswa yang ditentukan oleh dinas pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) setempat.

Kepala Disdikbud Sukoharjo, Heru Indarjo mengatakan, sekolah khususnya jenjang SMP yang mengalami penurunan peminat ada didaerah pinggiran. SMP negeri di Sukoharjo telah melaksanakan penerimaan peserta didik baru atau (PPDB) secara online dua pekan lalu. Tetapi ternyata, dalam PPDB online kuota siswa tidak terpenuhi. Sehingga sekolah sekolah tersebut terpaksa membuka pendaftaran gelombang kedua.

"Kekurangan siswa sekolah pinggiran ini masalah klasik dan terjadi tiap tahun," kata Heru seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti, Senin (10/7).

Menurutnya, kendala sekolah pinggiran kurang peminat calon siswa lantaran kondisi geografis sekolah yang memang relatif pelosok dan sulit diakses kendaran umum. Selain itu, sistem zonasi juga berpengaruh dimana lokasi sekolahan kurang penduduk usia sekolah.

"Ada juga daerah yang menjadi kantong perantau di Sukoharjo," tambah dia.

Faktor lain, adanya potensi calon siswa yang tidak diterima sekolah negeri memilih sekolah swasta yang dinilai memiliki kualitas lebih bagus dan mudah dijangkau kendaraan. Biasanya sekolah sekolah ini terkonsentrasi di wilayah perkotaan atau bahkan keluar daerah.

"Kendala lain sekolah kurang murid karena masalah sumber daya manusia (SDM)," ujarnya.

Persoalan sekolah negeri pinggiran kekurangan siswa merupakan masalah klasik, terus terjadi setiap tahun ajaran baru di Sukoharjo. Sedangkan upaya regruping tidak memungkinkan sebab jumlah sekolah memperhitungkan cakupan zonasi wilayah.

Utamanya untuk mengkaver anak usia sekolah di masing masing lingkungan. Dinas memberikan pantauan intensif pada sekolah sekolah yang mengalami kekurangan kuota siswa. "Sekolah yang tetap kurang siswa setelah ada gelombang dua harus melaksanakan pembelajaran seperti sekolah lain," tandasnya.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire