Top
Begin typing your search above and press return to search.

Jemaah haji Kloter 6 Kota Medan keluhkan fasilitas di Tanah Suci dan petugas kloter

Elshinta.com, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Medan H. Mulia Asri Rambe menyampaikan rasa ketidakpuasan dirinya atas konsumsi yang didapat selama melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci.

Jemaah haji Kloter 6 Kota Medan keluhkan fasilitas di Tanah Suci dan petugas kloter
X
Sumber foto: Diurnawan/elshinta.com.

Elshinta.com - Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Medan H. Mulia Asri Rambe menyampaikan rasa ketidakpuasan dirinya atas konsumsi yang didapat selama melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci.

Hal ini dikatakan Rambe kepada sejumlah wartawan, Senin (10/7/2023) saat dirinya tiba di Debarkasih Asrama Haji Medan, setelah melaksanakan ibadah haji.

Dikatakan Rambe yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPD Partai Golkar Medan selama di sana dia menilai konsumsi yang didapat tidak memenuhi standar gizi.

"Di sana ada namanya dalam istilah kita, rumah makan siang malam. Artinya makanan yang tidak abis pagi dikasih untuk makan malam," ungkap Rambe seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Diurnawan, Rabu (12/7).

Diumpamakan Rambe, ibadah haji adalah ibadah fisik yang membutuhkan kekuatan fisik. Dan harus mengkonsumsi makanan baik bergizi untuk menambah kekuatan fisik.

"Jadi untuk kedepannya, saya berharap kepada pihak penyelenggara haji yang ada di Tanah Suci agar diperbaiki jangan terulang kembali kejadian seperti ini," tuturnya.

Dicontohkan Rambe, konsumsi makanan yang dikonsumsinya di sana, seperti orang yang tidak ikhlas memberi makanan kepada orang.

"Pagi makan nasi kuning pakai tempe, siang dan sore itu juga, bagaimana mau menambah tenaga untuk melaksanakan ibadah haji yang membutuhkan kekuatan fisik," ungkapnya.

Lanjut Rambe adapun lauk pauk yang diberikan kepada jemaah di sana cara memasaknya pun tidak sempurna.

"Jangankan yang omak-omak lansia yang muda dan sehat walafiat saja dari hari kehari kekuatan fisiknya akan terus melemah jika dikasih makan kayak gini," tuturnya lagi.

Tidak sampai di situ Rambe juga mengatakan MoU antara pihak terkait Indonesia dengan pihak konsumsi yang ada di Tanah Suci benar-benar tidak ditaati.

"Akibatnya disana banyak yang muntah-muntah sakit dan diinfus karena sakit tidak makan," tutup Rambe.

Menjawab pertanyaan wartawan terkait dengan pelayanan petugas kloter 6, Mulia Rambe dan istrinya juga kecewa karena para petugas yang direkrut oleh Kemenag RI ternyata tidak maksimal dalam menjalankan fungsi dan tugas pokoknya untuk melayani jemaah di Tanah Suci dan terkesan membiarkan.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire