Top
Begin typing your search above and press return to search.

Pj Bupati Buleleng minta imigrasi tindak tegas WNA langgar aturan

Elshinta.com, Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Silmy Karim bersama Penjabat Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana yang disaksikan oleh Pimpinan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) Kabupaten Buleleng, Bali, melaksanakan kegiatan peletakan batu pertama proses pembangunan gedung Kantor Imigrasi Singaraja. 

Pj Bupati Buleleng minta imigrasi tindak tegas WNA langgar aturan
X
Sumber foto: Eko Sulestyono/elshinta.com.

Elshinta.com - Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Silmy Karim bersama Penjabat Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana yang disaksikan oleh Pimpinan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) Kabupaten Buleleng, Bali, melaksanakan kegiatan peletakan batu pertama proses pembangunan gedung Kantor Imigrasi Singaraja.

Setibanya di lokasi pembangunan di Jalan Seririt- Singaraja, Pemaron, Buleleng, Bali, Direktur Jenderal Imigrasi disambut dengan pengalungan rangkaian bunga dan pemakaian udeng ikat kepala khas bali.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars Imigrasi, pembacaan doa dan penanyangan video before after pembangunan gedung.

Selanjutnya sambutan Pj. Bupati Buleleng yang dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa keberadaan imigrasi di Kabupaten Buleleng memiliki dampak yang sangat positif, mengingat banyaknya wisatawan mancanegara yang datang berkunjung ke objek-objek wisata yang ada di Buleleng.

“Kami sangat mengapresiasi kinerja Kantor Imigrasi Singaraja khususnya dalam penegakan hukum terhadap WNA yang melanggar aturan,” kata Ketut Lihadnyana seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Eko Sulestyono, Senin (17/7).

“Hal ini terbukti ketika ditemukan WNA yang mengendarai kendaraan dengan plat nomor merah dan setelah ditelusuri diketahui bahwa kendaraan tersebut berasal dari Buleleng, pihak imigrasi yang mendapat laporan tersebut bergerak dengan cepat dalam menangani laporan tersebut. Kami berharap agar kedepan, kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Buleleng dengan Imigrasi dapat semakin terjalin dengan erat,” jelasnya.

Sebelum sambutan dari Direktur Jenderal Imigrasi, dilaksanakan penyerahan piagam penghargaan dari Direktur Jenderal Imigrasi kepada Pemerintah Kabupaten Buleleng sebagai bentuk apresiasi dan ucapan terima kasih atas dukungan sarana dan prasarana yang diberikan sehingga pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian dapat berjalan dengan baik.

Dalam sambutannya Direktur Jenderal Imigrasi menyampaikan kepada seluruh jajaran imigrasi yang hadir bahwa untuk memenuhi harapan Pemerintah Daerah dan masyarakat Bali kita harus profesional, jangan sungkan menegakkan aturan, dan bekerja sama dengan pemerintah daerah.

“Kami sangat berterimakasih atas dukungan Bapak Bupati berserta seluruh jajaran dan semoga imigrasi dapat membayarnya dengan pelayanan keimigrasian terbaik di wilayah Buleleng dan sekitarnya sesuai wilayah kerjanya,” kata Silmy Karim.

“Disamping itu, kami (imigrasi) sangat sepakat untuk bersama-sama mengantisipasi potensi pelanggaran yang mungkin terjadi akibat WNA yang masuk misalnya dalam perolehan KTP. Pengawasan Orang Asing harus ditingkatkan sehingga jangan sampai warga Bali dirugikan,” jelasnya.

“Kami mendukung sekali pemerintah daerah mengingatkan para investor untuk mengembalikan manfaat yang didapatkan kepada masyarakat Bali. Imigrasi yang baru adalah imigrasi yang bisa berkomunikasi menampung masyarakat, cepat menindaklanjuti, setiap permasalahan, dan sberkoordinasi serta berkerjasama untuk memberikan pelayanan terbaik,” sambungnya.

Kegiatan diakhiri dengan doorstop bersama rekan-rekan media dimana dalam kesempatan tersebut terdapat beberapa pertanyaan terkait kebijakan penghentian Bebas Visa Kunjungan (BVK), langkah-langkah pencegahan terkait perbuatan WNA yang melanggar peraturan, perkembangan kantor imigrasi singaraja setelah pembangunan serta isu terkait WNI memilih kewarganegaraan Singapura.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire