Top
Begin typing your search above and press return to search.

24 Juli 1981: Mengenang sosok Buya Hamka, Ketua MUI pertama yang juga seorang sastrawan Indonesia

Elshinta.com, Prof. DR. H. Abdul Malik Karim Amrullah gelar Datuk Indomo, populer dengan nama Buya Hamka lahir di Sungai Batang, Tanjung Raya, Agam, Sumatra Barat, 17 Februari 1908. Ia merupakan tokoh Islam Nusantara yang terlibat dalam usaha pergerakan demi mewujudkan kemerdekaan Indonesia. 

24 Juli 1981: Mengenang sosok Buya Hamka, Ketua MUI pertama yang juga seorang sastrawan Indonesia
X
Buya Hamka.

Elshinta.com - Prof. DR. H. Abdul Malik Karim Amrullah gelar Datuk Indomo, populer dengan nama Buya Hamka lahir di Sungai Batang, Tanjung Raya, Agam, Sumatra Barat, 17 Februari 1908. Ia merupakan tokoh Islam Nusantara yang terlibat dalam usaha pergerakan demi mewujudkan kemerdekaan Indonesia.

Buya Hamka terjun dalam politik melalui Masyumi sampai partai tersebut dibubarkan, menjabat Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) pertama, dan aktif dalam Muhammadiyah hingga akhir hayatnya.

Buya Hamka juga merupakan sosok yang juga dikagumi di bidang sastra atas karya-karyanya yang banyak diminati masyarakat, seperti Novel Tenggelamnya Kapal van der Wijck.

Dilansir dari tribunnews.com, pada 1945 Muhammad Hatta meminta Buya Hamka untuk menjabat sebagai Sekretaris Front Pertahanan Nasional. Jabatan ini kemudian diemban hingga tahun 1956.

Selama revolusi fisik Indonesia, Hamka bergerilya bersama Barisan Pengawal Nagari dan Kota (BPNK) menyusuri hutan pengunungan di Sumatra Barat untuk menggalang persatuan menentang kembalinya Belanda.

Buya Hamka terpilih menjadi Penasihat Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada 1953. Kemudian di tahun 1957, Buya Hamka kembali ke dunia pendidikan.

Pada 1964, menjelang tumbangnnya orde lama, Buya Hamka dipenjara selama dua tahun. Ia dianggap pro Malaysia.

Meski di dalam penjara, Buya Hamka terus berkarya. Selama ditahan, ia menghasilkan Tafsir Al-Azhar, karya yang membuat namanya tersohor hingga dunia internasional.

Wafat

Pada 1981, Buya Hamka dilarikan ke rumah sakit karena komplikasi penyakit kencing manis, gangguan jantung, radang paru-paru, dan gangguan pada pembuluh darah.

Setelah tiga hari menjalani perawatan di ruang (ICU) RS Pusat Pertamina, Buya Hamka meninggal dunia di usia 73 tahun pada hari Jumat, 24 Juli 1981 pukul 10.41.

Setelah disholatkan di Masjid Al-Azhar, jenazahnya kemudian dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta.

Atas jasa Buya Hamka, Presiden Soeharto menganugerahkan Bintang Mahaputera Utama pada tahun 1993.

Kemudian di tahun 2011, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberi gelar Pahlawan Nasional pada Buya Hamka berdasarkan surat Keputusan Presiden Nomor 113/TK/2011 tanggal 7 November 2011.

Sumber : 9

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire