Top
Begin typing your search above and press return to search.

Kemenpora sempurnakan Wasphim untuk transparansi anggaran

Elshinta.com, Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora) menyempurnakan aplikasi Washpim untuk meningkatkan transparansi anggaran sekaligus memudahkan pihak ketiga atau federasi untuk mengajukan kebutuhan anggaran.

Kemenpora sempurnakan Wasphim untuk transparansi anggaran
X
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo (kiri) bersama dengan Deputi Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Pahala Nainggolan (kanan) dalam konferensi pers yang berlangsung di media center gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jakarta, Selasa (25/7/2023). (ANTARA/FAJAR SATRIYO)

Elshinta.com - Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora) menyempurnakan aplikasi Washpim untuk meningkatkan transparansi anggaran sekaligus memudahkan pihak ketiga atau federasi untuk mengajukan kebutuhan anggaran.

"Kami mengupdate aplikasi untuk olahraga yaitu Wasphim. Kami sempurnakan aplikasi dan namanya supaya lebih keren. Tadi saya juga mendapat masukan dari KPK agar (aplikasi) dipublish dan dapat diakses oleh publik," kata Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo kepada pewarta di Jakarta, Selasa.

Menurut Menpora, aplikasi tersebut sudah berjalan sejak tahun lalu namun perlu dilakukan penyempurnaan terhadap sistem dan menyiapkan aplikasi agar bisa diakses publik guna meningkatkan transparansi anggaran di kementerian yang dipimpinnya. Menteri termuda dalam kabinet Indonesia maju itu berharap keberadaan aplikasi tersebut dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran untuk semua pemangku kepentingan di bawah naungan kementerian.

"Intinya saya mau menjalankan kementerian ini secara akuntabel dan transparan. Dan yang paling penting, saya ingin menjaga karyawan dan seluruh pemangku kepentingan yang bersama saya (di bawah Kemenpora) ini pulang ke keluarga tanpa keadaan cemas," kata Dito.

Dito menjelaskan, aplikasi Wasphim berbeda dengan E-Katalog. Wasphim merupakan aplikasi untuk pengajuan proposal anggaran dan proposal akan diverifikasi secara digital tanpa melibatkan pihak-pihak tertentu. Sementara E-Katalog digunakan untuk pengadaan barang dan jasa pemerintah yang dikembangkan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

"Kalau E-katalog lebih untuk pengadaan. Kalau ini lebih kepada proposal dari pihak ketiga bisa diverifikasi secara digital. Intinya kami ingin melimitasi dan membatasi interaksi secara langsung antara pejabat di Kemenpora dengan pihak ketiga agar benar-benar objektif," kata Dito.
​​​​​​

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire