Top
Begin typing your search above and press return to search.

PLN wujudkan program percepatan transisi energi di Indonesia

Elshinta.com, PT PLN (Persero) siap berkolaborasi dengan berbagai pihak, khususnya dalam rangka mewujudkan program percepatan transisi energi di Indonesia.

PLN wujudkan program percepatan transisi energi di Indonesia
X
Sumber foto: Eko Sulestyono/elshinta.com.

Elshinta.com - PT PLN (Persero) siap berkolaborasi dengan berbagai pihak, khususnya dalam rangka mewujudkan program percepatan transisi energi di Indonesia. Yang terbaru PLN telah menandatangani kesepakatan antara United in Diversity (UID) Foundation bersama Rocky Mountain Institute (RMI) pada program Happy Energy Action Leadership (HEAL) : Energy Transition, Livelihood, System and Blended Finance di Kampus UID, Serangan, Kota Denpasar, Bali.

Direktur Utama (Dirut) PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo mengatakan bahwa kolaborasi ini menumbuhkan rasa bangga serta harapan bahwa komunitas global dapat bersatu sekaligus memberikan keyakinan untuk terus maju terlepas adanya tantangan besar di masa depan dalam melawan perubahan iklim.

“Ini sejatinya hanyalah merupakan permulaan dari sebuah perjalanan yang panjang dalam menghadapi perang yang sengit terhadap perubahan iklim. Dan hal ini tidak hanya tentang transisi energi saja namun juga tentang pendanaannya dan tantangan di sisi inovasi, kolaborasi, teknologi serta kebijakan,” kata Darmawan Prasodjo, Kamis (27/7).

Darmawan menambahkan bahwa pada pertemuan itu terdapat misi yakni untuk menyelamatkan dunia dan memastikan umat manusia dapat bertahan hidup sebagai wujud kepedulian bersama.

“Kolaborasi ini tak hanya menunjukkan bahwa kita berupaya mengikuti berbagai perjanjian internasional namun juga kepedulian menjadi bukti bahwa kita semua memiliki kepedulian terhadap masa depan generasi selanjutnya. Ini merupakan bagian yang tak terpisahkan yang terus belajar dengan satu tujuan yakni terus melangkah ke depan,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan yang hadir menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding antara UID dan RMI turut menyampaikan dukungan pemerintah khususnya pada program HEAL dan perannya dalam membantu mewujudkan transisi energi di Indonesia yang berkelanjutan.

Luhut menjelaskan bahwa HEAL yang diwujudkan dengan kolaborasi berbagai pihak adalah suatu program bagi para pemimpin Indonesia dalam membangun dan memperkuat ekosistem untuk mengukur dan memanfaatkan pengetahuan regional dan kolaborasi antar pemangku kepentingan demi mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Menurutnya bahwa program ini diharapkan akan mampu memberikan hasil yang nyata berupa masukan yang baik.

Ia juga menambahkan bahwa program HEAL dapat memberikan manfaat yang baik sehingga masukan kepada pemangku kepentingan khususnya di sektor energi seperti PLN dapat membantu mendongkrak kinerja perusahaan.

“Saya kira banyak (manfaat program HEAL) tadi Pak Darmo, Dirut PLN, ini PLN pertama kali untung sepanjang sejarah baru di bawah _
leadership Pak Darmo (Darmawan Prasodjo) hampir satu juta dolar AS. Selalu selama ini kan rugi terus, tapi sekarang mekanismenya baik, jadi dengan penandatangan tadi saya kira akan memberikan masukan bagus juga bagi PLN,” kata Luhut Binsar Pandjaitan.

Sedangkan Presiden UID Foundation, Tantowi Yahya, dalam kesempatan yang sama juga menyebutkan bahwa pertemuan hari ini merupakan salah satu bentuk upaya untuk menjawab tantangan terbesar yakni perubahan penggunaan sumber daya energi di Inonesia menjadi energi baru terbarukan yang berkelanjutan.

“Kita berharap dapat menurunkan angka emisi hingga 29 persen pada 2030 dan mencapai target Net Zero Emission di tahun 2060 yang tentu merupakan tugas besar dan membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak,” kata Tantowi Yahya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Eko Sulestyono.

Tantowi menambahkan bahwa dengan adanya HEAL bertujuan untuk meningkatkan kompetensi teknis dan kapasitas kepemimpinan di sektor energi dan sektor keuangan yang berkelanjutan untuk memproduksi hasil-hasil yang nyata dalam bentuk inisiatif-inisiatif yang dapat diterapkan demi mewujudkan transisi energi.

Hal senada juga disampaikan CEO RMI, Jon Creyts yang mengatakan pentingnya kolaborasi dan sinergi untuk memberdayakan para pemimpin energi global demi mempercepat upaya transisi energi bersih.

Ia berharap RMI dapat membantu Indonesia mewujudkan komitmen iklimnya serta memberikan inspirasi kepada negara lain untuk bekerja sama demi pembangunan yang berkelanjutan.

Program HEAL akan dilaksanakan secara bertahap yakni diawali dengan melaksanakan pembekalan pada 30 hingga 50 pemangku kepentingan di berbagai sektor dengan kompetensi dan keahlian yang dibutuhkan.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire