IPW minta polisi transparan usut kasus anggota Densus 88 tewas ditembak
Elshinta.com, Kasus tewasnya anggota Polisi bripda IDF akibat ditembak oleh rekannya yang juga anggota polisi yang terjadi di rusun Polri Cikeas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Minggu (23/07 dini hari, Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Polri agar transparan dalam penyelidikan dan penyidikan terkait kasus tersebut.

Elshinta.com - Kasus tewasnya anggota Polisi bripda IDF akibat ditembak oleh rekannya yang juga anggota polisi yang terjadi di rusun Polri Cikeas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Minggu (23/07 dini hari, Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Polri agar transparan dalam penyelidikan dan penyidikan terkait kasus tersebut. Dalam mengungkap faktor kelalaian atau kecelakaan, Polri harus melakukan tiga hal yakni rekontriksi, uji balistik forensik serta hasil visum arah tembakan yang masuk menjadi sangat penting dan saksi di lokasi.
"Tewasnya Bripda IDF oleh sesama anggota Densus ini satu peritiwa yang harus dijelaskan oleh Polri, karena terkait kelalaian walau mungkin terjadi, densus adalah satuan unit khusus dalam keahlian penggunaan senjata, IPW menduga unsur kelalaian sendiri sangat kecil, kecuali mereka dalam keadaan tidak dapat memgontrol diri akibat zat-zat tertentu, akibat alkhol atau narkoba," jelas Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso kepada Reporter Elshinta, Arif Permana, Kamis (27/03)
Kalau ini terjadi akibat kelalaian, Sugeng melanjutkan, atau menjawab kesengajaan ada isu terjadinya keributan, maka transparansi penyelidikan dan penyidikan adalah kuncinya.
"Polri harus melakukan tiga hal yakni Rekontruksi atas perisitiwa tersebut, uji balistik forensik atau visum, arah tembakan yang masuk kepada tubuh korban IDF sangatt penting dan keterangan saksi di lokasi," katanya.
Sugeng menuturkan ini adalah satu perisitiwa pidana, transparansi dibutuhkan agar keluarga korban berhak mendapatkan keadilan dalam kasus ini.
"Penggunaan senjata di anggota Polri, hanya dapat dilakukan menurut paraturan kepolisian adalah adanya ancaman nyawa masyarakat atau anggota Polisi, namun di sini korban dan pelaku adalah anggota polisi, jadi harus didalami kecelakaan atau kesengajaan," bebernya.
Sugeng mengatakan proses penyidikan dan sanksi yang diberikan sangat penting disampaikan kepada publik, serta dia meminta agar adanya pengawasan kepada anggota Polri agar peristiwa serupa tidak terulang kembali.