Awali panen raya, ribuan warga lereng Merbabu Boyolali gelar ritual Tungguk Tembakau
Elshinta.com, Ribuan warga di lereng Gunung Merbabu, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah tumpah ruah berpakaian adat tradisional mengikuti ritual Tungguk Tembakau.

Elshinta.com - Ribuan warga di lereng Gunung Merbabu, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah tumpah ruah berpakaian adat tradisional mengikuti ritual Tungguk Tembakau. Ribuan warga sebagian besar mengenakan pakaian Adat Jawa, dengan mengarak dan menggotong berbagai tumpeng gunungan hasil bumi pada Kamis (3/8). Ribuan warga jalan kaki mengarak tumpeng gunungan menuju ke pelataran makam umum Desa Senden yang lokasinya berada di puncak bukit lereng Gunung Merbabu.
Masyarakat sekitar melakukan tradisi tahunan Tungguk Tembakau sebagai tanda syukur atas hasil panen tembakau tahun ini.
Tungguk Tembakau merupakan tradisi yang digelar saat mengawali panen tembakau di Kecamatan Selo yang dilaksanakan di Desa Senden. Tungguk dapat diartikan memetik. Ritual ini dimaksudkan sebagai wujud syukur para petani sebelum memulai panen tembakau yang dilakukan secara turun temurun oleh petani di lereng Gunung Merbabu wilayah Kabupaten Boyolali.
Pada acara Tungguk Tembakau, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo juga turut hadir untuk membuka prosesi Tungguk Tembakau. Ganjar Pranowo mengawali prosesi dengan memetik daun tembakau sebanyak 13 lembar sebagai tanda mengawali panen yang kemudian disematkan dalam gunungan tembakau yang dikirab masyarakat.
Prosesi dilanjutkan kirab budaya membawa hasil bumi, gunungan tembakau dan gunungan nasi beserta lauk pauknya. Kirab budaya diiringi sejumlah kesenian tradisional berkeliling di sepanjang jalan desa.
“Ini prosesi adat Tungguk Tembakau, prosesi untuk mulai panen tembakau. Ini cara bagaimana warga mensyukuri hasil panen dan berharap agar hasil panen tembakau tahun ini bagus, acara ini sebenarnya bisa dibuat menjadi event wisata yang luar biasa. Ini prosesi budaya yang sangat bagus dan pasti menarik banyak wisatawan,” ungkap Gubernur Ganjar seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sarwoto, Kamis (3/8).
Senada, Bupati Boyolali, M. Said Hidayat yang turut hadir berharap melalui agenda tradisi Tungguk Tembakau dapat mewujudkan nilai luhur bangsa yakni gotong royong. Selain itu juga mampu meningkatkan kunjungan wisata di Boyolali terlebih wilayah Selo.
"Syukur alhamdulillah tahun ini dapat diselenggarakan kembali satu kegiatan Tungguk Tembakau. Yang semoga kedepannya juga dapat memberikan satu dukungan dalam upaya pengembangan destinasi wisata di Kecamatan Selo ini merupakan satu kekayaan muatan lokal tradisi yang harus kita jaga, kita nguri-uri secara bersama," ungkap Bupati Said.
Agenda tahunan ini dimaknai sebagai ucapan syukur kepada Sang Pencipta. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Boyolali, Supana.
"Dimaknai dengan tradisi Tungguk Tembakau ini sebagai bentuk rasa syukur masyarakat di Kecamatan Selo pada umumnya, khususnya di Senden yang mana atas syukur atas panen tembakau yang terjadi setiap tahun," pungkasnya.