Anak 9 tahun luka-luka diserang kucing, keluarga khawatir terdampak rabies
Elshinta.com, Luka akibat serangan seekor kucing yang dialami M. Ali Akbar Maulan (9), warga Taman Mutiara RT 01 RW X, Jalan Intan E. 3 No. 38 Salatiga, Jawa Tengah masih terlihat jelas. Kucing yang menyerang adalah kucing milik tetangga.
.jpg)
Elshinta.com - Luka akibat serangan seekor kucing yang dialami M. Ali Akbar Maulan (9), warga Taman Mutiara RT 01 RW X, Jalan Intan E. 3 No. 38 Salatiga, Jawa Tengah masih terlihat jelas. Kucing yang menyerang adalah kucing milik tetangga.
Akibatnya, anak kelas 3 SD itu mengalami luka serius di kaki kanan akibat gigitan serta cakaran di beberapa titik.
Menurut keterangan orang tua Erna Yunus (45), awal kejadian saat anaknya melakukan kegiatan normal mengeluarkan peliharaannya kucing anggora ke teras/balkon lantai dua pada subuh sekira pukul 04.30 WIB.
"Awalnya normal, anak saya seperti biasa membantu mengeluarkan kucing peliharaan sendiri ke balkon lantai dua," kata Erna, Jumat (4/8).
Ternyata, sesaat pintu dibuka terlibat kucing anggora milik tetangga sudah ada di atas dan diperkirakan masuk lewati genting rumah sebelah rumah korban pada dini hari.
Diduga dalam kondisi birahi, kucing anggora milik tetangga ini ingin 'mengawini' kucing anggora milik korban.
Oleh anak korban Ali, mencoba menghalau dengan tangan. Namun naas, seketika kucing anggora milik tetangga langsung menyerang membabi buta. Jeritan Ali, bahkan membangun dan mengejutkan warga sekitar.
"Langsung menjerit-jerit panik dan suaranya membuat saya yang tengah berada di lantai pertama ikut panik, langsung naik ke atas. Kakak yang ikut mendengar, langsung menarik kucing yang masih menggigit kaki kanan anak saya," ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Pranoto, Jumat (4/8).
Saat kucing milik tetangga berhasil di usir, Erna melihat luka terbuka dan gigit di dengkul kaki. Dengan darah yang mengucur, meminta bantuan tetangga kebetulan seorang dokter.
Usai kejadian, Erna yang terlihat masih belum puas dengan kondisi anaknya berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, Dinas Peternakan dan Puskesmas wilayah setempat.
Yang dikhawatirkan anaknya mengalami gejala rabies. Mengingat, saat ini musim penyakit menular diakibatkan hewan liar.
"Tadi semua pihak telah datang melakukan pemeriksaan termasuk meminta kucing anggora milik Pak Arief warga RT sebelah untuk di karantina kurang lebih dua minggu, karena memang tadi dari pengakuan pemilik kucingnya belum di suntik rabies," tandasnya.
Sedangkan anaknya, Ali Akbar harus menjalankan tindakan suntik rabies di RSUD Salatiga guna mencegah hal-hal terjangkitnya rabies.
Di tempat yang sama, Ketua RW X Perumahan Taman Mutiara Tingkir Tengah, Salatiga Sutikno membenarkan kejadian itu. Bahkan ia pun berupaya berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk Babinsa dan Babinkamtibmas sebagai upaya pencegahan dini serta menengahi persoalan itu.
Dari pantauan, Jumat (4/8) siang sejumlah pihak diantaranya Dinas Kesehatan, Dinas Peternakan, Puskesmas Sidorejo Kidul, Babinsa dan Babinkamtibmas mengunjungi korban Ali Akbar untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut atas kejadian itu.