UMY beri beasiswa Rp6 miliar untuk 5 mahasiswa kedokteran
Elshinta.com, Biaya kuliah di kedokteran selama ini dikenal mahal. Bagi masyarakat dari kalangan tidak mampu kuliah di kedokteran hanyalah mimpi.

Elshinta.com - Biaya kuliah di kedokteran selama ini dikenal mahal. Bagi masyarakat dari kalangan tidak mampu kuliah di kedokteran hanyalah mimpi.
Seperti yang dikisahkan oleh mahasiswi kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Efri Nawati dari program studi S1 Kedokteran Gigi. Dengan terbata-bata menahan tangis haru, ia mengaku tidak pernah bermimpi untuk menjadi dokter karena untuk menjadi dokter perlu biaya mahal. Baginya yang berasal dari keluarga tidak mampu menjadi dokter adalah impian yang terlalu tinggi.
"Saya tidak pernah bermimpi sebelumnya untuk jadi dokter, karena saya anggap dokter itu impian terlalu tinggi bagi orang yang tidak mampu seperti saya, " ujarnya saat menerima beasiswa kuliah kedokteran di UMY.
Namun, anggapan bahwa kuliah kedokteran itu hanyalah mimpi bisa terpatahkan. Karena ia mendapatkan beasiswa untuk menentukan kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi UMY. Impian itu bisa diwujudkan karena UMY memberikan kesempatan dengan beasiswa yang diterimanya.
Beasiswa yang diberikan oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kepada calon mahasiswa kedokteran akan semakin membuka peluang untuk mencetak dokter baru yang siap melayani masyarakat. Dalam acara penyerahan beasiswa dokter dan dokter gigi pada Jumat (04/08), Prof. Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P., IPM., ASEAN Eng. selaku Rektor UMY mengingatkan para penerima beasiswa yang dibiayai oleh umat untuk kembali kepada umat.
“Adik-adik yang telah terpilih untuk menerima beasiswa, setelah lulus nanti akan segera dimanfaatkan untuk masyarakat. Yang akan menjadi pertanggungjawaban adalah apa yang telah kalian perbuat untuk orang lain dan agama,” kata Gunawan.
Tahun ini, terdapat lima mahasiswa baru UMY yang mendapatkan beasiswa dokter dan dokter gigi dengan total beasiswa mencapai 6 miliar rupiah. Tiga mahasiswa atas nama Zahra Nur Aini, Yulisa Hinda Shofia dan Mudhiah Dhiyaulhaq dari program studi S1 Kedokteran Umum. Sementara dua mahasiswa atas nama Sinta Adellia dan Efri Nawati dari program studi S1 Kedokteran Gigi.
Gunawan juga menyampaikan jika diadakannya program beasiswa ini didasari atas dua hal. “Pertama, biaya sekolah kedokteran cenderung lebih mahal. Selama sepuluh tahun, kenaikan biaya yang dibebankan kepada mahasiswa mencapai lebih dari tiga ratus juta. Yang kedua adalah distribusi dokter yang belum merata di Indonesia. Di sisi lain, masih banyak amal usaha kesehatan yang dimiliki oleh Muhammadiyah yang masih kekurangan dokter. Harapannya, para lulusan beasiswa dokter UMY dapat mengabdi di sana,” pungkasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Izan Raharjo.