Top
Begin typing your search above and press return to search.

Evolusi pemasaran digital, penguatan merek dan reputasi bisnis melalui influencer internal 

Elshinta.com, Sepanjang dekade terakhir, penggunaan influencer dalam program perusahaan untuk meningkatkan branding dan reputasi bisnis telah menjadi hal yang umum.

Evolusi pemasaran digital, penguatan merek dan reputasi bisnis melalui influencer internal 
X
Sumber foto: Sidik Purwoko/elshinta.com.

Elshinta.com - Sepanjang dekade terakhir, penggunaan influencer dalam program perusahaan untuk meningkatkan branding dan reputasi bisnis telah menjadi hal yang umum. Fenomena ini sekarang semakin berkembang dan berubah, tidak hanya mengandalkan influencer eksternal, tetapi juga memanfaatkan sumber daya internal organisasi. Adanya tren penggunaan influencer internal ini menjadi strategi baru dalam mengatasi isu-isu yang dapat merugikan atau mengganggu perusahaan.

Aqsath Rasyid Naradhipa, CEO NoLimit, menuturkan hal ini dalam konferensi pers di Jakarta pada 9 Agustus. Sebagai sebuah perusahaan yang berfokus pada analisis dan sentimen data, NoLimit mengidentifikasi bahwa influencer internal dari organisasi atau perusahaan telah menjadi instrumen penting dalam mempertahankan eksistensi merek dan memperkuat reputasi bisnis.

"Ini telah menjadi tren yang semakin menonjol. Strategi ini menjadi alat yang sangat berharga untuk memperkokoh posisi merek Anda dalam dunia pemasaran yang semakin ramai dan penuh tantangan bisnis modern," ujar Aqsath seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Sidik Purwoko, Rabu (9/8).

Data analisis dari NoLimit Dashboard juga mendukung klaim ini, dengan mencatat keberhasilan kampanye korporasi yang menggunakan influencer internal. Hasil riset menunjukkan, akun-akun internal perusahaan mendominasi perbincangan dalam kampanye yang dilakukan dan meningkatkan jumlah interaksi atau engagement hingga tiga kali lipat. Melalui teknologi analisis data yang dimilikinya, NoLimit dapat membantu perusahaan mengelola influencer internal dengan efisiensi waktu yang signifikan.

Pemanfaatan influencer internal secara luas juga diakui oleh Direktur P2Humas DJP Kemenkeu RI, Dwi Astuti. Dwi mengimplementasikan konsep ini dalam program Relawan Pajak untuk Negeri (Renjani), dengan tujuan meningkatkan kesadaran dan kepatuhan pajak. "Alasan utamanya adalah dengan melibatkan masyarakat sebagai mitra dalam misi pajak, kita dapat menciptakan dampak nyata dan berkelanjutan bagi negara dan masyarakat," kata Dwi.

Perusahaan seperti Adira Finance juga memanfaatkan strategi influencer internal. Head of Internal Communication Adira Finance, Nur Sofiyana Saumi Ningrum, menjelaskan bahwa influencer internal, yang mereka sebut sebagai Garda Adira atau Gardira, telah menjadi pilar strategis di Adira Finance. “Dengan adanya program Gardina memberikan dampak yang luar biasa untuk promosi dan mempermudah komunikasi dengan dibandingkan dengan sebelumnya. Meski tantangan dalam kampanye dan komunikasi digital tetap ada, dedikasi kami dalam menghadapinya menjadi kunci keberhasilan kami," tambah Nur Sofiyana.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire