Top
Begin typing your search above and press return to search.

Pihak terkait di Sukoharjo diminta gerak cepat hadapi ancaman cuaca ekstrem

Elshinta.com, DPRD Sukoharjo, Jawa Tengah meminta semua dinas mempersiapkan antisipasi dampak cuaca ekstrim akibat El Nino.

Pihak terkait di Sukoharjo diminta gerak cepat hadapi ancaman cuaca ekstrem
X
Sumber foto: Deni Suryanti/elshinta.com.

Elshinta.com - DPRD Sukoharjo, Jawa Tengah meminta semua dinas mempersiapkan antisipasi dampak cuaca ekstrim akibat El Nino. Ancaman kekeringan baik lahan pertanian maupun krisis air bersih warga utamanya, sesegera mungkin dikondisikan. Selain itu, dampak cuaca juga akan memberikan pengaruh terhadap kesehatan warga.

Ketua DPRD Kabupaten Sukoharjo, Wawan Pribadi menyebutkan, semua daerah telah menetapkan upaya mengantisipasi dampak ancaman badai El Nino, termasuk Sukoharjo.Tetapi yang paling penting adalah memberikan peringatan dan sosilisasi pada warga tentang bagaimana menghadapi dampak kemarau dengan cuaca ekstrim karena El Nino.

Dinas terkait seperti badan penanggulangan bencana daerah (BPBD), Dinas Pertanian dan Perikanan serta Dinas Kesehatan harus meningkatkan koordinasi untuk menghadapi dampak kemarau disertai badai El Nino. "Segera sosialisasikan langkah menghadapi dampak kemarau di masyarakat," kata Wawan seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti, Rabu (9/8).

Menurut dia, desa harus merespon laporan kesulitan air bersih warga, kemudian mengajukan permohonan droping air bersih pada pemerintah daerah. Untuk lahan pertanian, apabila tidak memungkinkan melakukan penaman padi, petani bisa meminta pendampingan dari penyuluh pertanian berlih ke tanaman palawija. "Semua pihak harus koordinasi menghadapi ancaman El Nino," ujarnya.

Petani juga tidak diperbolehkan sengaja membakar lahan karena akan memicu kebakaran yang lebih besar. Imbauan ini juga berlaku bagi warga yang tinggal dekat dengan wilayah hutan, agar menghindari membuat titik api di sekitar hutan.

Sementara, Kepala Pelaksana Harian BPBD Sukoharjo, Ariyanto Mulyatmojo mengatakan, sebanyak empat desa di tiga kecamatan mulai rutin dikirim air bersih sejak Bulan Juli lalu. Yakni Desa Watu Bonang di Kecamatan Tawangsari, Desa Kamal di Kecamatan Bulu, Desa Jatingarang dan Desa Alasombo di Kecamatan Weru. Wilayah selatan Kabupaten Sukoharjo yang memang masuk peta rawan kekeringan.

Pihaknya telah meminta pemerintah desa dan kecamatan segera melapor apabila warga mulai kesulitan mendapatkan akses air bersih. Bulan Agustus hingga September nanti akan menjadi puncak musim kemarau di Sukoharjo.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire