Tanam mangrove, Industri Hulu Migas wujudkan lingkungan berkelanjutan
Elshinta.com, SKK Migas Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi melaksanakan kegiatan penanaman mangrove bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang berkantor di Balikpapan dengan melibatkan stakeholder di daerah.

Elshinta.com - SKK Migas Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi melaksanakan kegiatan penanaman mangrove bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang berkantor di Balikpapan dengan melibatkan stakeholder di daerah. Kegiatan penanaman ini sekaligus untuk mendukung Program Penghijauan Nasional yang diinisiasi oleh SKK Migas - KKKS yang bertajuk One Two Trees. Program merupakan bagian untuk merealisasikan pilar ketiga dalam Indonesia Oil & Gas 4.0 yaitu, Ensuring Environmental Sustainability, dinilai akan membantu dalam mengurangi emisi karbon di Indonesia.
Kegiatan dilaksanakan di mangrove center yang bertempat di Pantai Lamaru Balikpapan (11/8) dan dihadiri oleh seluruh pegawai SKK Migas Perwakilan Kalsul serta dihadiri oleh Perwakilan KKKS yang dihadiri oleh Head of Communication, Relations & CID PT Pertamina Hulu Mahakam; Frans A Hukom, Asst. Manager Enviromental Pertamina Zona 10; Ahyat Muhyinsyah, Manager OSF Pertamina Zona 9; Iva Kurniadi, Asst. Manager Environment Pertamina Zona 9; Ahmad Zuhal.
Kepala Perwakilan SKK Migas Kalsul, Azhari Idris menyampaikan bahwa kegiatan penanaman mangrove ini merupakan aksi nyata dari industri hulu migas dalam mewujudkan lingkungan yang berkelanjutan. Harapannya program ini dapat mendorong masyarakat untuk turut serta berkontribusi dalam menjaga dan melestarikan
lingkungan.
"Ini merupakan aksi nyata dari industri hulu migas dalam mewujudkan lingkungan yang berkelanjutan dan kami berharap program ini bisa mendorong masyarakat untuk turut menjaga dan melestarikan lingkungan, " tuturnya pada awak media.
Sebelumnya, program One Two Trees telah dilaunching dengan ditandai penanaman 10.000 pohon di Taman Mangrove Jakarta, Pantai Indah Kapuk, Program ini mewajibkan setiap pekerja di industri hulu migas untuk menanam dua pohon hingga Oktober 2023. Dengan jumlah pekerja di industri hulu migas yang mencapai 42 ribu orang, maka diharapkan lebih dari 84 ribu pohon penyerap karbon dapat ditanam.
Azhari Idris melanjutkan sinergi antara seluruh pemangku kepentingan di industri hulu migas diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga akan berdampak luas bagi lingkungan serta masyarakat sekitar. Ini adalah salah satu upaya bahwa industri hulu migas bisa berkontribusi terhadap penurunan emisi karbon.
"Ini adalah salah satu upaya bahwa industri hulu migas bisa berkontribusi terhadap penurunan emisi karbon," lanjutnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Rizkia, Sabtu (12/8).
Adapun SKK Migas menargetkan penanaman pohon di tahun 2023 mencapai 2 juta pohon atau meningkat dibandingkan realisasi penanaman pohon di tahun 2022 yang sebanyak 1,7 juta pohon, sedangkan tahun 2021 sebanyak 1,2 juta pohon. Untuk SKK Migas Perwakilan Kalsul sendiri memiliki target penanaman pohon sebanyak 400.000 bibit pohon. Realisasi penanaman pohon yang dilaksanakan hingga sampai bulan Juli tahun 2023 oleh SKK Migas Perwakilan Kalsul sebanyak 247.918 bibit pohon atau sebesar 62%.
Target penanaman pohon ini akan direalisasikan melalui rehabilitasi daerah aliran sungai, program pengembangan masyarakat, program penghijauan pada buffer zona fasilitas produksi atau fasilitas pendukung, serta pemulihan lingkungan, termasuk lingkungan sekitar pekerja industri hulu migas dalam program One Two Trees.
Sebagai informasi tambahan,di tahun 2022 SKK Migas Perwakilan Kalsul memiliki target penghijauan sebesar 350.000 ribu penanaman pohon dan terealisasi sebanyak 785.901 penanaman pohon atau sebesar 225%.
“Dalam rencana strategi IOG 4.0 tidak hanya memproduksi 1 juta BOPD dan 12 BSCFD pada tahun 2030, namun juga turut mengoptimalkan peningkatan nilai tambah / multiflier efek berganda dari kegiatan hulu migas serta memastikan keberlanjutan lingkungan," tutup Azhari.