PJ Wali Kota Salatiga apresiasi mahasiswa diskusi isu lingkungan dan sampah
Elshinta.com, Penjabat (Pj) Wali Kota Salatiga, Jawa Tengah Sinoeng N. Rachmadi, hadir dalam Diskusi Teras dengan tema Generasi Muda Mendukung Adipura Kota Salatiga, di Pendopo Bung Karno, Selasa (22/8). Diskusi Teras yang juga melibatkan mahasiswa dari UIN, STIE AMA, dan Karang Taruna di Kota Salatiga ini diselenggarakan oleh Senat Mahasiswa UKSW Salatiga.
Foto: Pranoto/Radio ElshintaElshinta.com - Penjabat (Pj) Wali Kota Salatiga, Jawa Tengah Sinoeng N. Rachmadi, hadir dalam Diskusi Teras dengan tema Generasi Muda Mendukung Adipura Kota Salatiga, di Pendopo Bung Karno, Selasa (22/8). Diskusi Teras yang juga melibatkan mahasiswa dari UIN, STIE AMA, dan Karang Taruna di Kota Salatiga ini diselenggarakan oleh Senat Mahasiswa UKSW Salatiga.
Sinoeng mengaku tertarik dengan materi diskusi, yakni soal lingkungan dan sampah.
"Yang perlu dilakukan hari ini adalah melakukan edukasi dengan metodologi yang berbeda dari biasanya. Kalau mahasiswa ingin bergerak membersihkan lingkungan, saya sarankan untuk lebih kontekstual pada persoalan-persoalan kekinian, misalnya dengan mengarahkan untuk bersih-bersih di pasar. Pasalnya petugas yang menjaga kebersihan di lingkungan pasar masih kurang, sehingga bisa meringankan beban dari jumlah personil yang ada," jelasnya.
“Kalau besok lagi ada program untuk kebersihan lingkungan, saya usul sasaran prioritas utama adalah pasar pagi saat bubaran antara jam 6 sampai jam 7 pagi. Karena tenaga kebersihannya paling ada dua atau tiga orang. Maksud saya, meringankan beban dari jumlah personil yang ada,” imbuh Sinoeng, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Pranoto.
Lebih jauh, Sinoeng memberikan tantangan pada momentum penerimaan mahasiswa baru dan Karang Taruna untuk membuat patung monumen dari bahan dasar sampah yang kemudian dipasang di sudut-sudut lingkungan RT atau RW. Menurutnya, hal itu menjadi salah satu bentuk edukasi bagi siapapun yang melihatnya.
Pada momentum karnaval HUT Kemerdekaan RI pada tanggal 27 Agustus, Sinoeng juga meminta kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup untuk memperbanyak kantong plastik sehingga orang yang menonton mengetahui ada tempat sampah untuk membuang sampah.
"Sebab, jika mengandalkan tempat sampah yang sudah permanen di trotoar, jumlahnya kurang mencukupi," tandasnya.




