Top
Begin typing your search above and press return to search.

Polda Jateng tanam 40.000 pohon tanaman keras

Elshinta.com, Polri menggalakkan kembali kegiatan penanaman pohon dalam rangka untuk mencegah perubahan iklim agar lingkungan menjadi lebih baik.

Polda Jateng tanam 40.000 pohon tanaman keras
X
Foto: Joko Hendrianto/Radio Elshinta

Elshinta.com - Polri menggalakkan kembali kegiatan penanaman pohon dalam rangka untuk mencegah perubahan iklim agar lingkungan menjadi lebih baik.

Di wilayah Jawa Tengah Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi memimpin kegiatan penanaman pohon serentak berlokasi di sekitar Waduk Jatibarang, Kecamatan Gunungpati, Semarang, Rabu (23/8).

Dengan tema Lestarikan Negeri Penghijauan Sejak Dini, penanaman pohon selain diikuti jajaran Polda Jateng juga diikuti oleh Fokompimda Jateng.

Berbagai tanaman pohon keras seperti Trembesi, Mahoni dan Beringin ditanam yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah masing-masing. Jenderal bintang dua itu menjelaskan penanaman pohon untuk jajaran Polda Jawa Tengah hampir 40.000 pohon.

“Khusus untuk hari ini dilaksanakan di wilayah Gunungpati yang merupakan waduk dalam rangka menjaga ketersediaan air bersih di wilayah Semarang dan sekitarnya. Di samping itu juga untuk mengatasi banjir di Sungai Banjir Kanal Barat saat musim penghujan,” ujar Luthfi, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Joko Hendrianto.

Ia menambahkan, Polri siap memberikan bantuan kepada masyarakat terkait kekeringan yang melanda sejumlah wilayah. Selain itu juga mengingatkan adanya bahaya kebakaran hutan.

“Kami sudah petakan di masing-masing polres dan sudah dikendalikan Karoops Polda Jateng untuk menyiapkan rencana kesiapan menghadapi kemarau guna membantu daerah-daerah yang mengalami kekeringan melalui pasokan air bersih,” imbuhnya.

Sementara itu Sekda Provinsi Jateng Sumarno menjelaskan berdasarkan informasi yang didapat dari BMKG, kondisi kemarau maupun kekeringan akan berlangsung sampai dengan bulan September. Dari data tersebut pihaknya sudah melakukan beberapa Langkah antisipatif.

“Untuk ketersediaan pangan kami sudah berkoordinasi dengan Bulog. Sementara air bersih sudah disiapkan dari Dinas Pekerjaan Umum maupun BPBD untuk mensuplai daerah yang terdampak,” ujarnya.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire