Kasudin Gulkarmat Jakut ungkap kendala petugas pemadam saat terjadi kebakaran
Elshinta.com, Banyaknya musibah kebakaran yang terjadi belakangan ini, khususnya di wilayah Jakarta Utara, selain musim kemarau atau musim panas, sebagian warganya diduga kurang berhati-hati, lengah atau menyepelekan sesuatu yang dianggap aman dan tidak berbahaya.

Elshinta.com - Banyaknya musibah kebakaran yang terjadi belakangan ini, khususnya di wilayah Jakarta Utara, selain musim kemarau atau musim panas, sebagian warganya diduga kurang berhati-hati, lengah atau menyepelekan sesuatu yang dianggap aman dan tidak berbahaya.
Kebanyakan terjadi kebakaran diakibatkan arus pendek atau korsleting listrik, kompor, dan membuang puntung rokok sembarangan mengenai bahan yang mudah terbakar.
Agar terhindar dari musibah kebakarn, maka warga agar lebih bijak saat menggunakan steker listrik tidak terlalu banyak colokan atau bertumpuk, mengganti kabel yng sudah terlalu lama/rapuh, menggunakan kabel SNI, dan menurunkan meteran/NCB saat akan pergi jauh dan lama.
Selain itu, saat memasak di dapur sebaiknya diperhatikan, jangan lengah dengan meninggalkan kompor dalam kondisi menyala hanya untuk bermain telepon genggam, atau pergi tanpa memeriksa kondisi api kompor dan tabung gasnya, ditambah lagi kurangnya ventilasi di dapur.
Membakar sampah tanpa ditunggui hingga percikannya beterbangan, dan membuang puntung rokok disembarang tempat tanpa melihat posisi sehingga tanpa disadari mengenai bahan yang mudah terbakar.
Sementara beberapa kendala yang dialami petugas pemadam kebakaran saat terjadi musibah, diantaranya laporan dari warga yang lambat, sehingga api cepat merambat ke tempat lain, terutama ketika terjadi di lingkungan padat penduduk, dan angin yang berhembus cukup kencang, serta sumber air yang jauh dari lokasi kebakaran
"Beberapa kejadian kebakaran karena masak ditinggal main HP, apalagi di lingkungan padat," kata Kasudin Gulkarmat Jakarta Utara, Rakhmat Kristantio seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, ME Sudiono, Jumat (25/8).
"Yang sering itu berita pertama (saat terjadi kebakaran) terlambat, dan aksesnya untuk mencapai lokasi susah, lokasi sumber air (yang layak untuk memadamkan api) seperti sungai, danau, bung, dan lainnya sulit dan jauh dari lokasi, itu yg menjadi kendala bagi petugas yang bekerja," tambah Rakhmat.
Lebih lanjut Rakhmat berharap, agar warga memperhatikan antara kapasitas kabel dengan kapasitas daya listrik atau watt yang digunakan, karena bila kabel kecil digunakan untuk daya besar, maka dipastikn akan cepat panas dan pembungkusnya meleleh lalu terjadi korslet
Bagi pengguna jalan atau pengendara, imbau Kasudin Gulkarmat, agar turut membantu memberi jalan bagi kendaraan pemadam yang melintas menuju lokasi kebakaran itu.