2 September 1984: Pesawat Merpati Airlines jatuh di perairan Selat Malaka
Elshinta.com, Pada hari Minggu, 2 September 1984, pesawat Merpati Nusantara Airlines dengan nomor penerbangan MZ 761, jenis Fokker F-28 Fellowship, sedang dalam perjalanan dari Bandar Udara Internasional Polonia di Medan, Sumatra Utara, menuju Bandar Udara Hang Nadim di Batam, Kepulauan Riau.

Elshinta.com - Pada hari Minggu, 2 September 1984, pesawat Merpati Nusantara Airlines dengan nomor penerbangan MZ 761, jenis Fokker F-28 Fellowship, sedang dalam perjalanan dari Bandar Udara Internasional Polonia di Medan, Sumatra Utara, menuju Bandar Udara Hang Nadim di Batam, Kepulauan Riau.
Kira-kira 20 menit setelah lepas landas dari Medan, pesawat mengalami kegagalan mesin di mesin kiri. Kejadian ini menyebabkan pesawat kehilangan daya dorong yang seimbang dan berat, membuatnya sulit untuk dikendalikan. Kru pesawat kemudian berusaha untuk kembali ke Medan dalam kondisi darurat.
Sayangnya, dalam perjalanannya kembali ke Medan, pesawat mengalami kesulitan lebih lanjut dan akhirnya jatuh ke perairan Selat Malaka, sekitar 30 km dari Pantai Tanjung Lontar, Sumatra Utara. Dari total 45 orang di pesawat (termasuk penumpang dan awak pesawat), 10 orang tewas dalam kecelakaan ini.
Setelah kecelakaan, tim penyelamat dan investigasi segera dikerahkan untuk mengevakuasi korban dan melakukan penyelidikan terhadap penyebab kecelakaan. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa kegagalan mesin yang terjadi awalnya di mesin kiri kemungkinan besar menjadi pemicu dari serangkaian peristiwa yang mengakibatkan kecelakaan ini.