Yuliyanto laporkan Pj Wali Kota Salatiga atas dugaan pelanggaran netralitas ASN
Elshinta.com, Mantan Wali Kota Salatiga, Jawa Tengah dua periode Yuliyanto melaporkan dugaan pelanggaran netralitas ASN terhadap PJ Wali Kota Salatiga Sinoeng N Rachmadi saat mengikuti kegiatan PDI Perjuangan di Semarang beberapa waktu lalu.

Elshinta.com - Mantan Wali Kota Salatiga, Jawa Tengah dua periode Yuliyanto melaporkan dugaan pelanggaran netralitas ASN terhadap PJ Wali Kota Salatiga Sinoeng N Rachmadi saat mengikuti kegiatan PDI Perjuangan di Semarang beberapa waktu lalu. Dapat diketahui Sinoeng N Rachmadi adalah ASN yang diperbantukan menjadi PJ Wali Kota Salatiga oleh Pemrov Jawa tengah.
Yuliyanto melaporkan dugaan pelanggaran netraliras ASN ke KASN, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).
"Kami melaporkan dan mengadukan Pj Wali Kota Salatiga karena patut diduga melanggar netralitas sebagai ASN. Beliau datang di acara PDIP di Semarang," terang Yuliyanto, Sabtu (2/9).
Yuliyanto menambahkan, bukti pelanggaran karena beliau menghadiri acara partai.
"Pak Sinoeng khan ASN, seharusnya memberi tauladan yang baik soal netralitas ASN. Ingat ini tahun politik," tegas Yuliyanto seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Pranoto.
Sementara itu PJ Wali Kota Salatiga Sinoeng N Rachmadi menyatakan siap dipanggil KASN atas kehadiran di acara partai itu.
Sinoeng pun membeberkan kronologi kehadirannya di acara Konsolidasi Kepala Daerah Kader PDIP' di Candi Ballroom Hotel Padma Semarang. Ia pun mengaku telah mengetahui jika dilaporkan ke KASN oleh Wali Kota Salatiga dua periode Yuliyanto.
"Sudah dengar (dilaporkan ke KASN). Saya diundang, ya hadir," ungkap Sinoeng.
Ia memiliki alasan menghadiri acara PDI-P sebagai Kepala Daerah di Semarang. Bahkan, ia mengklaim turut hadir di acara beberapa partai seperti Golkar dan PAN.
"Kondusifitas wilayah. Diminta melaporkan kesiapan wilayah menghadapi Pemilu 2024. Sama sekali tidak ada bicara politik, kalau bicara politik saya tidak bersedia. Saya cukup tahu diri, dan saya tidak menggunakan atribut apa pun, tidak menggunakan ajudan tapi bawa mobil pribadi," terangnya.