Top
Begin typing your search above and press return to search.

Kodim 0724 Boyolali mulai kirim bantuan air ke wilayah desa alami krisis air bersih

Elshinta.com, Kodim 0724 Boyolali Jawa Tengah mengirimkan tiga tangki air bersih ke warga di  pelosok desa di Kecamatan Juwangi, Boyolali.

Kodim 0724 Boyolali mulai kirim bantuan air  ke wilayah desa alami krisis air bersih
X
Sumber foto: Sarwoto/elshinta.com.

Elshinta.com - Kodim 0724 Boyolali Jawa Tengah mengirimkan tiga tangki air bersih ke warga di pelosok desa di Kecamatan Juwangi, Boyolali.

Dandim 0724 Boyolali Letkol Inf Wiweko Wulang Widodo mengatakan, prediksi dari BMKG, puncak kemarau terjadi pada akhir Agustus hingga September akibat efek fenomena El Nino.

“Kami menindaklanjuti program Bupati Boyolali dalam memberikan bantuan air bersih ke sejumlah daerah yang kekurangan air bersih. Saat ini kami mengirimkan 3 tangki ke kecamatan Juwangi, sasarannya ke tiga desa,” kata Wiweko kepada wartawan, Senin (4/9).

Dandim mengatakan, dropping air bersih tersebut menyasar ke tujuh kecamatan, yakni, kecamatan Juwangi, Wonosegoro, Wonosamodro, Kemusu, Andong, Tamansari, Musuk dan Kecamatan Selo. Pengiriman air bersih setiap tangki kapasitas 5.000 liter.

“Kita menyasar pada tujuh kecamatan, dibagi lagi menjadi 26 desa dan masing masing kecamatan ada 3 sampai 4 desa yang kekurangan air bersih. Kami dalam satu minggu 5 sampai 6 kali pengiriman,” kata Dandim seperti dilaporkan Kontributor Elshinta Sarwoto.

Apabila pada Oktober mendatang masih terjadi kemarau, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pihak BPBD untuk melakukan distribusi air bersih.

“Ya, apabila kemarau ini sampai bulan Oktober, kami akan terus berkoordinasi dengan BPBD dalam penyaluran air bersih ke sejumah desa yang mengalami kekeringan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Boyolali Suratno mengatakan, kekeringan pada tahun ini mulai meluas ke wilayah Kecamatan Selo dan Kecamatan Cepogo.

Sebelumnya, pemerintah Boyolali menetapkan 6 kecamatan yang terdampak kekeringan atau kekurangan air bersih dampak dari kemarau pada tahun ini.

“Ya, kemarau ini meluas di Kecamatan Selo, yakni dari Desa Senden dan ada permintaan lagi air bersih di kecamatan Cepogo, yakni dari dukuh Bener, Desa Gubug,” katanya saat ditemui di Makodim Boyolali.

Terkait kemarau tahun ini, Suratno akan mengusulkan surat keterangan (SK) Bupati terkait siaga bencana dampak kekeringan. Hal tersebut agar wilayah di luar dampak kekeringan dapat difasilitasi dan diberikan bantuan air bersih.

“Kami ucapkan terimaskasih kepada Pak Dandim dalam memberikan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekurangan air bersih,” ujar dia.

Suratno mengungkapkan, dapak kemarau elnino ini diprediksi hingga awal tahun. Hal tersebut terlihat adanya sejumlah dampak kebakaran akibat kekeringan di Boyolali.

“Kalau saya mendengar informasi, bahwa kemarau ini diprediksi sampai awal tahun nanti. Saat ini sudah terlihat dari tanda tanda adanya kebakaran yang terjadi baru baru ini," ujarnya.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire