Harga jual panen kencur anjlok, petani lereng Muria Kudus <i>ngadu</i> ke Bupati
Para petani di kecamatan Dawe Kabupaten Kudus Jawa Tengah mengeluhkan harga hasil panen tanaman kencur mereka yang anjlok.

Elshinta.com - Para petani di kecamatan Dawe Kabupaten Kudus Jawa Tengah mengeluhkan harga hasil panen tanaman kencur mereka yang anjlok. Dimana, rata-rata para petani di kawasan lereng Gunung Muria ini menanam tanaman kencur, jahe, laos dan lain-lain yang merupakan bahan baku jamu tradisional. Namun, akhir-akhir ini harga komoditas tersebut anjlok sehingga banyak para petani yang membiarkan lahan mereka terbengkalai.
Sektor pertanian menjadi penopang ketahanan pangan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Lahan pertanian jumlahnya semakin berkurang akibat dibiarkan terbengkalai hingga beralih fungsi. Hal tersebut menjadi perhatian Bupati Kudus Hartopo saat menghadiri kegiatan Rembug Tani Poktan dan Gapoktan Kecamatan Dawe dan Jekulo di Pelataran Aula Gedung Serbaguna Desa Kandangmas, Dawe, Kamis (7/9).
"Penopang ketahanan pangan di Kudus berasal dari sektor pertanian. Saat ini banyak lahan terbengkalai akibat dibiarkan hingga beralih fungsi. Ini menjadi perhatian kita," katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Jumat (8/9).
Salah seorang anggota Gapoktan asal Kecamatan Dawe, Alif Purnomo mengeluhkan hancurnya harga komoditas kencur. Ia bercerita modal awal petani tak sebanding dengan hasil panen yang didapat. Harga kencur dulu kisaran angka 20 ribu rupiah perkilogram, kini menurun tajam hingga menyentuh angka 6 ribu rupiah.
Senada anggota Poktan dan Gapoktan yang hadir menyampaikan keluhan terkait harga jual hasil komoditas pertanian seperti kencur yang terjun bebas. Hal itu langsung ditanggapi Bupati sebagai upaya memberikan solusi sekaligus mengurai permasalahan yang terjadi.
Melalui Dinas Pertanian dan Pangan, Hartopo memberikan angin segar bagi para petani dengan menginstruksikan seluruh OPD untuk melarisi hasil pertanian komiditas kencur yang hancur dengan harga normal seperti sedia kala. Langkah ini diambil dari hasil diskusi yang berjalan sebagai gebrakan baru serta bentuk perhatian pemerintah Kabupaten Kudus.