Top
Begin typing your search above and press return to search.

DPRD Boyolali mulai bahas RAPBD Tahun Anggaran 2024

Pemerintah Kabupaten  Boyolali, Jawa Tengah bergerak cepat menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Boyolali Tahun Anggaran 2024.

DPRD Boyolali mulai bahas RAPBD Tahun Anggaran 2024
X
Sumber foto: Sarwoto/elshinta.com.

Elshinta.com - Pemerintah Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah bergerak cepat menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Boyolali Tahun Anggaran 2024. Bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Boyolali, proses penyusunan dilakukan melalui sidang paripurna pada Jumat (08/09/2023), di Ruang Rapat Paripurna S. Paryanto DPRD setempat.

Sidang dengan agenda penyampaian nota keuangan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD Kabupaten Boyolali Tahun 2024 ini, dipimpin Ketua DPRD, Marsono didampingi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Boyolali, Fuadi, Eko Mujiono dan Muslimin serta dihadiri langsung oleh Bupati Boyolali, M. Said Hidayat dan Wakil Bupati Boyolali, Wahyu Irawan.

Pada kesempatan tersebut, Ranperda APBD Kabupaten Boyolali Tahun 2024 disampaikan Bupati Said.

“Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Boyolali Tahun Anggaran 2024 diarahkan untuk menyelesaikan prioritas-prioritas daerah sesuai dengan Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati Boyolali pada tahun terakhir Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) periode 2021-2026, yang selanjutnya dijabarkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2024," kata Bupati Said seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sarwoto, Senin (11/9).

Dalam Ranperda APBD 2024 ini, Bupati Said mengungkapkan struktur Pendapatan Daerah dalam APBD Boyolali tahun 2024 diestimasikan sejumlah 2.324.076.562.000. Angka tersebut dengan rincian pendapatan asli daerah (PAD) Rp 440.608.309.000, Pendapatan Transfer Rp 1.883.468.253.000, Lain lain Pendapatan Daerah yang Sah Rp 225.675.317.000.

“Adapun untuk Belanja Daerah sebesar Rp 2.372.076.562.000 yang terdiri dari Belanja Operasi sebesar Rp 1.929.025.620.000, Belanja Modal sebesar Rp 413.767.496.000, Belanja Tidak Terduga sebesar Rp 10 Miliar, dan Belanja Transfer sebesar Rp 19.283.446.000,” ungkap Bupati Said.

Selain itu, ada pula struktur pembiayaan yang diproyeksikan dalam penerimaan pembiayaan daerah dianggarkan sebesar Rp 55 Miliar yang terdiri atas prediksi SILPA tahun anggaran 2023 sebesar Rp 55 Miliar. Ada juga pengeluaran pembiayaan daerah dianggarkan sebesar Rp 7 Miliar dengan struktur pembiayaan daerah tersebut terjadi pembiayaan netto sebesar Rp 48 Miliar.

Di akhir rapat paripurna, dilakukan penyerahan Ranperda APBD Kabupaten yang Boyolali Tahun 2024 oleh Bupati Said ke Ketua DPRD Kabupaten Boyolali, Marsono secara simbolis.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire