Satlantas Polres Boyolali gelar bersih-bersih di sejumlah tempat ibadah
Sekitar tiga puluhan personil polisi Satlantas Polres Boyolali, Jawa Tengah melakukan gerakan bersih-bersih sejumlah tempat ibadah di kawawasan perkantoran pemerintahan Kabupaten Boyolali. Tempat ibadah itu adalah, masjid ageng, gereja, pura dan vihara.

Elshinta.com - Sekitar tiga puluhan personil polisi Satlantas Polres Boyolali, Jawa Tengah melakukan gerakan bersih-bersih sejumlah tempat ibadah di kawawasan perkantoran pemerintahan Kabupaten Boyolali. Tempat ibadah itu adalah, masjid ageng, gereja, pura dan vihara. Pembersihan tempat ibadah yang dimulai pukul 6.30 WIB itu dipimpin langsung Kasatlantas Polres Boyolali AKP M Herdi Pratama.
Bakti sosial bersih bersih tempat ibadah tersebut merupakan rangkaian Hari Ulang Tahun ke 68 Polisi Lalulilintas.
Kasatlantas AKP M Herdi Pratama mengatakan, kegiatan ini untuk menumbuhkan jiwa peduli serta jiwa memiliki terhadap petugas kepolisian di Boyolali terhadap semua elemen agama yang diakui pemerintah.
“Bakti sosial tentunya untuk menumbuhkan jiwa memiliki dan peduli. Ini adalah bentuk pelayanan polisi terhadap masyarakat. Dalam pelayanan ini tidak memandang agamanya apa, sukunya apa, semua kami berikan pelayanan yang sama,” Herdi Pratama, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta Sarwoto, Senin (11/9).
Dalam ulang tahun Polantas ke 68 tersebut, pihaknya meminta doa restu kepada masyarakat Boyolali, semoga polisi lalulintas tetap profesional dan terpercaya dalam menjalankan tugasnya.
“Kami minta doanya saja, semoga polisi lalulintas tetap profesioal dan terpercaya dalam menjalankan tugasnya dan melayani terbaik untuk masyarakat di Boyolali,” kata M Herdi.
Dikatakannya, selain melakukan baksos bersih-bersih tempat ibadah, polisi juga memberikan bantuan air bersih di wilayah kekeringan. “Kami juga memberikan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah yang mengalami kekeringan. Selain itu juga baksos lainnya terhadap masyarakat,” katanya.
Herdi mengatakan, bahwa tidak lama lagi masyarakat akan menghadapi pesta demokrasi. Diharapkan dalam pesta demokrasi tersebut nantinya tetap damai dan tidak ada yang menonjol dan kita tetap satu dalam wadah NKRI,” harapnya.
Sementara itu, Sudalman, seorang penjaga pura di Komplek Perkantoran Pemkab Boyolali mengaku, senang dan bangga adanya toleransi antar agama.
“Kami sangat senang lokasi pura dibersihkan oleh petugas kepolisian. Kami juga bangga toleransi antar agama ini berjalan dengan baik,” kata dia.